Berita

Final Rehearsal bersama Southbank Gamelan Player di Inggris

Sabtu Pagi tanggal 2 Juni 2018 dalam Final Rehearsal atau Gladi Resik bersama Southbank Gamelan Player yang sangat memukau pemainnya ini dilakukan untuk persiapan pentas di International Gamelan Festival di Munich Jerman. SBGP atau Southbank Gamelan Player berpartisipasi untuk ikut dalam rangkaian acara Internasional Gamelan Festival di Munich Jerman mulai tanggal 7-17 Juni. Mereka menyajikan pementasan wayang kulit dengan Dalang Ki Sujarwo Joko Prehatin yang juga staff Atdikbud dari KBRI London.

SBGP bersama Dalang Ki Sujarwo Joko Prehatin akan menyajikan 2 pementasan wayang kulit diantaranya yaitu, Pentas wayang kulit padhat sekitar 45 menit dengan audiens anak-anak. Ki Sujarwo mengambil cerita Dewa Ruci yaitu tentang Bima atau Bratasena yang berguru kepada Resi Drona untuk mendapatkan sebuah ilmu yang disebut Kawruh sangkan paraning dumadi. Dalam cerita ini ada unsur dedikasi yaitu agar seorang anak tidak pantang menyerah dalam mendapatkan sebuah kawruh atau ilmu. Selain mengenalkan wayang dan gamelan kepada anak-anak ada unsur etika yang diajarkan dalam cerita pewayangan ini.

Pentas selanjutnya dijadwalkan untuk pentas sekitar 5 jam dengan audiens umum atau dewasa. Cerita yang dipilih oleh sang Dalang adalah lakon Jarasandha yaitu bagian cerita dari Sesaji Raja Suya dalam Mahabharata India dan Jawa. Adapun alasan yang dipilih karena ada permintaan dari Andras Varsanyi yang membuat acara Festival tersebut untuk menyajikan lakon yang ada hubungannya dengan cerita Goethe’s Faust seorang ilmuwan yang erat sekali dengan dunia mistis dan pada saat itu juga masih dalam rangkaian acara Faust festival dari tanggal 23 Februari sampai dengan 29 Jumi 2018.

Para pengrawit dan Sinden yang mayoritasnya dari Inggris ini merasa sangat senang dengan Gladi Resik dari jam 9.30 pagi sampai dengan jam 02.00 siang walaupun malam sebelumnya juga latihan dari jam 18.30-21.30 akan tetapi tidak menyurutkan semangat mereka untuk Gladi Resik. Dengan model iringan yang serba digarap dan dikemas sedemikian rupa hingga bisa membuat para pengrawit dan sinden sangta antusias. Ki Sujarwo menggarap dan mengemas iringannya sendiri dan mengajarkan kepada mereka. Sebagian besar dari kelompok ini adalah berasal dari luar London, tetapi tidak menyurutkan semangat mereka untuk berlatih dengan model iringan garapan baru dan garapan ini menjadikan vokabuler yang baru untuk mereka.

Beberapa orang juga turut hadir untuk melihat dan menyaksikan Gladi Resik mereka diantaranya adalah murid dari SOAS University yang sedang meneliti tentang wayang dan sudah wawancara dengan Dalang Ki Sujarwo tentang asa-usul wayang dan peran agama Islam terhadap Budaya Wayang itu sendiri. Ki |sujarwo menyampaikan bahwa Wayang itu berasal dari Indonesia (jawa) akan tetapi ceritanya mengambil dari cerita Mahabharata dan Ramayana India yang sudah disadur menjadi karya satra jawa dan sudah disesuaikan dengan budaya jawa oleh para Wali Songo dan pujangga kerajaan.

Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) Kedutaan Besar Republik Indonedia (KBRI) London, E. Aminudin Aziz, hadir mewakili KBRI. Dalam kesempatan tersebut, sang Dalang juga menyampaikan ucapan selamat datang kepada Bapak Atdikbud London dan menyampaikan terimakasih sudah dating di Gladi Resik SBGP. Mereka sangat senang sekali atas kehadiran Bapak Atdikbud London karena merasa bahwa ada perhatian dari KBRI London khusunya dari Atdikbud London sendiri.

Iklan

Diskusi

Komentar ditutup.

Buku (Gratis)

Blog Stats

  • 1.143.395 hits
Iklan
%d blogger menyukai ini: