Berita

Ilustrasi Sunda

SALAH satu ilustrasi Onong Nugraha (1934-2001) untuk cerita Sunda, “Pertempuran di Tapel Wates”, memperlihatkan dua sudut pandang. Dalam gambar dari tahun 1991 itu terlihat sepeleton tentara sedang mengadakan upacara.

Ada dua fotografer yang sedang mengabadikan peristiwa itu, satu di latar belakang, dan satu lagi di latar depan. Fotografer di latar depan tampak sebagai siluet. Yang menarik, ilustrasi itu mempertemukan sudut pandang ilustrator dengan sudut pandang fotografer.

Dalam sudut pandang ilustrator, pasukan berseragam memenuhi seluruh bidang gambar. Dalam sudut pandang fotografer, yang titik berdirinya sama dengan titik berdiri ilustrator, hanya barisan tentara di bagian tengah ruang gambar yang terlihat.

Citraan visual yang terlihat oleh fotografer dibatasi oleh sebuah lingkaran sebagaimana lazimnya gambar yang tertangkap melalui view finder kamera. Lingkaran itu membentuk irisan dengan ruang gambar yang dihadirkan oleh ilustrator.

Rincian gambar realistis dalam majalah Manglé itu menimbulkan konsekuensinya sendiri. Galibnya dalam upacara militer, yang hadir di lapangan bukan hanya peserta upacara, melainkan juga seksi dokumentasi.

Sang ilustrator seakan ikut hadir di situ bersama-sama para fotografer buat mengabadikan adegan.

Kehadiran fotografer seperti menuntut adanya ruang tersendiri buat mewadahi sudut pandangnya. Alhasil, dari satu adegan, dalam satu bidang gambar, terdapat lebih dari satu penglihatan.

Tetangga saya, seniman Isa Perkasa, memperlihatkan gambar itu beserta puluhan gambar lainnya karya Onong Nugraha dalam album foto.

Kami bertemu di dapur, di antara perabotan rumah tangga, tempat saya sering membaca atau mengetik apa saja. Malam itu kami sedang menyiapkan bahan presentasi untuk seminar, lokakarya, dan pameran ilustrasi Sunda di kampus Unpas, Bandung, pekan ini.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Lembaga Budaya Sunda (LBS) dan Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Unpas ini mengambil materi gambar karya Ayi R Sacadipura, ilustrator muda dari Bandung yang karyanya sering mengisi majalah dan buku berbahasa Sunda.

Isa kami undang untuk ikut menyumbangkan amatannya dalam bidang ilustrasi. Sewaktu ia belajar di Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB, ia mengikuti kuliah Anatomi Manusia dari Onong Nugraha.

Pada Februari 2000, sewaktu ia menjadi kurator Galeri Rumah Teh di Taman Budaya Jawa Barat, Isa mengadakan pameran tunggal ilustrasi karya Onong Nugraha. Itulah pameran tunggal gambar Pak Onong yang pertama dan terakhir. Ilustrator kawakan lulusan FSRD ITB itu wafat setahun kemudian. Menurut Isa, gambar-gambar Ayi mengikuti garis tradisi ilustrasi Sunda yang diperlihatkan oleh Onong Nugraha.

Saya sendiri, beberapa waktu lalu, sempat mempresentasikan gambar-gambar Ayi dalam sebuah forum diskusi kecil di kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di London, Inggris.

Dalam diskusi yang dipandu oleh Prof. Aminuddin Aziz, Atase bidang Pendidikan dan Kebudayaan itu, saya melihat gambar-gambar Ayi sebagai cerminan tersendiri dari kehidupan masyarakat Sunda dewasa ini.

Sebagian peserta diskusi adalah warga Indonesia di London. Presentasi saya menyambung presentasi Prof. Adjat Sudradjat dari Unpad yang membicarakan alam Tatar Sunda dari data-data geologis.

Sebetulnya, paling sedikit dua kelompok gambar lagi yang patut dilihat dalam pembicaraan mengenai ilustrasi Sunda dewasa ini, yakni ilustrasi karya Budi Riyanto dan Agus Mulyana.

Saya sendiri, sebegitu jauh, masih memerlukan waktu untuk mengumpulkan gambarnya yang demikian banyak dan bertebaran dalam berbagai media, khususnya majalah dan buku berbahasa Sunda.

Yang pasti, malam itu, bersama Isa, saya menyadari satu hal. Ketika terkagum-kagum oleh pertemuan dua sudut pandang dalam ilustrasi Onong Nugraha, saya seolah diingatkan akan betapa pentingnya kita menghargai sudut pandang sesama, orang lain yang sama-sama hadir dengan kita di hadapan berbagai kejadian.***

Oleh: Hawe Setiawan (Budayawan, Kolumnis Pikiran Rakyat)

Sumber: http://www.pikiran-rakyat.com/kolom/2017/12/13/ilustrasi-sunda-415730

Iklan

Diskusi

Komentar ditutup.

Buku (Gratis)

Blog Stats

  • 1.124.400 hits
Iklan
%d blogger menyukai ini: