Berita

Mengusung Misi Negara Sepenuh Hati

Aktivitas pendidikan dan kebudayaan yang dikoordinikasikan Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI London di Inggris semakin bergeliat. Padahal, Atdikbud KBRI London, E. Aminudin Aziz, baru delapan bulan bertugas. Respon positif terhadap kinerja Aminudin datang dari berbagai kalangan. Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Oxford University, Sandoko, menyampaikan bahwa Aminudin merupakan sosok yang dekat dengan mahasiswa. “Kelebihan Pak Aminudin, tidak membuat jarak dengan kami para mahasiswa yang sedang merantau di negeri orang. Bagi kami itu penting. Sebab, kami merasa memiliki sosok pengganti ayah di negeri orang,” tutur pemuda asal Medan yang mengambil studi doktoral dalam bidang fisika terapan di Oxford University.

Sebelum menjabat sebagai Atdikbud KBRI London, Aminudin sempat menjabat sebagai Kepala Pusat Bahasa Kemendikbud RI (2010) dan dua posisi Wakil Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (2010-2015). Sejauh ini, di bawah kepemimpinan Aminudin, Atdikbud KBRI London telah banyak meluncurkan program kependidikan dan kebudayaan sebagai misi negara yang harus dijalankan fungsi Atase Pendidikan dan Kebudayaan di setiap perwakilan Indonesia yang ada di berbagai negara. Program yang dikoordinasikan Atdikbud KBRI London dapat dibilang membanggakan.

Capaian Atdikbud

April lalu, Aminudin berhasil menempatkan dua orang pengajar Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) di dua sekolah berbeda yang ada di London, yaitu St Matthew’s CE Primary School di wilayah Westminster dan Whitefield School di wilayah Barnet. “Status mereka berdua, bukan assistant teacher tapi full teacher yang diberikan kewenangan penuh untuk memimpin pembelajaran di dalam kelas. Hal ini belum pernah terjadi sebelumnya, dan mudah-mudahan program ini dapat terus berlanjut sampai di masa yang akan datang,” ungkap Aminudin saat ditemui Nusa Eksotik di sela-sela acara Rakor Kemendikbud, Rabu (18/5) di Hotel Atlet Century, Senayan.

Dalam sejarahnya, belum pernah terjadi pengajaran BIPA di sekolah Inggris dalam format seperti yang diterapkam saat ini. Katanya, program penempatan guru BIPA ini merupakan hasil kerja sama yang dilakukan dengan PPSDPK Badan Bahasa Kemendikbud RI. Selain itu, residensi seniman pun tak luput dari program yang dilaksanakan Aminudin. Sejauh ini sudah ada tiga seniman tradisi yang tinggal selama 1-3 bulan untuk mengajarkan kesenian tradisional Indonesia, khususnya gamelan, angklung, dan seni tari tradisi di beberapa Perguruan Tinggi yang ada di wilayah London dan Glasgow.

Selain melakukan pengajaran, para seniman yang didatangkan dari Indonesia itu terlibat dalam garapan seni pertunjukan dengan seniman-seniman asal Inggris dan Skotlandia. Program yang sama akan dilanjutkan dengan menempatkan seniman gamelan di Dublin, Irlandia pada September mendatang. Lalu, pada bulan Juli, Atdikbud London bekerja sama dengan British Museum menyeponsori program pelatihan manajemen dan kurator museum di Inggris. Satu kesempatan langka ini akan diambil oleh calon kurator museum asal Aceh.

Bagi Aminudin, apa yang telah dilakukannya itu merupakan hal yang seharusnya dijalankan oleh setiap Atdikbud di setiap negara, bukan merupakan hal yang istimewa. “Bagi saya, ini memang misi negara yang harus diusung dengan sepunuh hati. Tak boleh setengah-tengah,” ungkapnya tegas.

Ada hal menarik di balik penetapan Aminudin sebagai Atdikbud KBRI London. Sebab, sesungguhnya, pada saat melamar, Aminudin tidak memilih London sebagai tempat bertugas. Saat itu, Aminudin justru memilih Canberra sebagai tempat tugas yang dilamarnya. “Waktu pengumuman, saya kaget ternyata saya ditugaskan di KBRI London. Pasti pimpinan memiliki pertimbangan lain, agar saya bekerja lebih sungguh-sungguh. Saya terima saja, di mana pun tempat tugasnya yang penting saya bekerja dengan sungguh-sungguh dan menjalankan tanggung jawab dengan sepenuh hati,” tandasnya. ***

Sumber: http://nusaeksotik.com/?p=451

Iklan

Diskusi

Komentar ditutup.

Buku (Gratis)

“Indonesia Goes to School”

Beberapa Poster Kegiatan Lama

%d blogger menyukai ini: