News

Nusasvara Project, dari Inggris Demi Pendidikan di Indonesia

(Sumber foto: CNN)

Birmingham, CNN Indonesia — Pada 1 April 2017 lalu, bertempat di University of Birmingham di Inggris, diadakan acara perdana Nusasvara Project 2017 yang digagas oleh Perhimpunan Pelajar dan Masyarakat Indonesia Birmingham (PPI MIB). Acara Nusasvara Project 2017 bertujuan untuk menggalang dana demi mendukung pendidikan anak-anak bangsa, mempromosikan ekonomi kreatif dan budaya Indonesia di kancah Internasional, dan juga sebagai media silaturahmi masyarakat dan pelajar Indonesia yang berada di Britania Raya.

Untuk pertama kalinya dalam penyelenggaran acara kali ini, PPI MIB bekerjasama dengan Hoshizora Foundation, yang merupakan yayasan independen non-pemerintah (NGO) untuk membantu mengalokasi dana yang terkumpul selama acara Nusasvara Project 2017 berlangsung untuk disalurkan ke pendidikan anak-anak di Indonesia.

Acara Nusasvara Project 2017 sendiri adalah serangkaian acara besar yang dimulai dengan Academic Talk yang mengusung tema kerjasama antara Inggris dan Indonesia dalam perspektif ekonomi, politik, pendidikan dan budaya pasca Brexit. Dilanjutkan dengan Indonesia Festival atau yang lebih dikenal dengan nama Indonesia Showcase (IS).

Dalam Academic Talk, hadir tiga pembicara, yaitu: Prof. Dr. Endang Aminudin Aziz, M.A. PhD. dari Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI London, Dr. Nunung Nurul Hidayah selaku dosen Islamic Finance and Accounting dari Aston Business School, dan Bapak Endy Dwi Tjahjono selaku Kepala Perwakilan Bank Indonesia di London.

Meskipun topik yang diangkat terdengar cukup berat dan kompleks, namun acara yang dimoderatori oleh Ibu Herlina Yoka Roida, mahasiswi program doktoral dari Lancashire Business School, terbilang sukses besar. Terbukti banyak mahasiswa Indonesia yang berasal dari segala penjuru Inggris seperti Nottingham, London, Cranfield, Manchester yang tertarik datang untuk sekedar bertanya seputar ketidakpastian hubungan Indonesia dan Inggris di masa depan setelah adanya Brexit.

Seusai Academic Talk, acara Nusasvara Project 2017 dilanjutkan dengan Indonesia Showcase yang diadakan di university square, yang mampu menarik pengunjung lebih dari 500 orang baik pelajar Indonesia maupun pelajar asing. Banyak pelajar asing yang datang ke acara Indonesia Showcase karena mengaku sangat penasaran untuk mencicipi jajanan nusantara yang dijual selama acara berlangsung.

Jajanan tersebut berasal dari vendor-vendor makanan yang didatangkan dari berbagai kota di Britania Raya untuk menyuguhkan cita rasa masakan nusantara seperti nasi padang, bakso malang, sate ayam, soto mie bogor, nasi campur bali, gudeg, pempek sampai cemilan seperti kue pukis, martabak, es campur, gorengan, klepon dan bahkan es cendol.

Indonesia Showcase mengusung tema “Volunteering for Children Education in Indonesia” ini dirancang untuk semua kalangan baik mulai dari anak-anak hingga dewasa. Hal ini terbukti dengan diselenggarakanya lomba mewarnai, serta fasilitas melukis wajah untuk anak-anak, serta berbagai permainan seru maupun acara yang bertujuan sebagai acara fundrising yang nantinya sebagian keuntungan akan disalurkan ke Hoshizora Foundation untuk keperluan pendidikan di Indonesia.

Acara selanjutnya ditutup oleh penampilan Angklung dari Sora Campernik Nusantara (SCN) University of Birmingham berkolaborasi dengan band yang membawakan lagu tradisional seperti Kampuang nan jauh di Mato, Suwe Ora Jamu, dan masih banyak lagi.

Acara Nusasvara Project 2017 menjadi momen yang dinantikan oleh para pelajar dan masyarakat Inggris yang selalu rindu dan cinta akan tanah air. Meski sempat diguyur hujan yang sangat lebat, akan tetapi hal tersebut tidak menyurutkan para pengunjung untuk menikmati acara yang diadakan.

Kegiatan yang terlaksana berkat kerja sama antara PPI-MIB dengan KBRI London, Hoshizora Foundation, PT TWC, BI London, Indofood, dan media-media partner seperti Radio PPI Dunia, Radio PPI UK, PPI TV, RRI, The Jakarta Post, Liputan6.com dan GNFI ini diharapkan memberikan manfaat untuk Indonesia.

Di acara ini juga para pengunjung tidak hanya menikmati riuh senangnya festival akan tetapi juga dapat berkontribusi dengan ikut cara berdonasi dalam bentuk mengikuti permainan maupun book corner yang ada di acara tersebut.

Seperti makna yang terkandung dari acara Nusasvara, Nusa yang berarti Indonesia dan svara yang berarti bernafas. Diharapkan acara Nusvara dapat menjadi kepanjangan “nafas” untuk pendidikan anak-anak di Indonesia. Nantinya para pengunjung juga mengharapkan acara yang sama akan diadakan kembali di tahun depan.

Sumber: http://student.cnnindonesia.com/edukasi/20170405132032-445-205103/nusasvara-project-dari-inggris-demi-pendidikan-di-indonesia/

Advertisements

Discussion

Comments are closed.

Books (Free)

“Indonesia Goes to School”

Past Events Posters

%d bloggers like this: