News

Lulus Summa Cumlaude di Oxford, Samuel Putra Riset Soal Energi Terbarukan

352b37ba-8e1a-453a-a57f-56b5fcc4ca8b_34

Samuel Putra (Sumber: http://news.detik.com/)

Jakarta – Samuel Leonardo Putra (21) sukses lulus dengan nilai teratas plus predikat summa cumlaude dalam jenjang S1 hingga S2 di Universitas Oxford, Inggris. Risetnya tentang energi terbarukan yang visioner mengantarnya meraih prestasi gemilang itu.

Riset Samuel pada jenjang S2 adalah tentang microbial fuel cell yang mengubah air limbah menghasilkan listrik memakai bakteri anaerob (yang bisa hidup tanpa oksigen-red).

“Jadi memakai bakteri untuk ubah air limbah dan menghasilkan energi listrik. Dan berhasil. Teknologi ini sudah ada sebelumnya, yang saya lakukan mengoptimalkan. Hasilnya kemarin energi listrik 30 kali lipat dibandingkan yang sekarang ada,” tutur Samuel saat ditemui detikcom di Grand Indonesia yang ditulis Selasa (11/10/2016).

Hasil riset S2-nya itu, imbuh Samuel, sudah dalam proses dipatenkan bersama guru besar yang membimbingnya. Tak lama lagi juga akan dimasukkan jurnal ilmiah internasional. Bila paten sudah didapat, ada rencana memproduksinya massal dalam skala industri.

“Tinggal scale up gimana bisa skala industri. Kan kemarin kmrn baru skala laboratorium,” jelasnya.

Hasil listrik dari air limbah yang diubah bakteri yang diteliti Samuel adalah 1.300 mili watt per meter kuadrat luasan elektrodanya. Alasan memakai bakteri untuk menghasilkan listrik dari air limbah, adalah bakteri bisa berkembang biak sendiri.

“Selama air limbahnya ada ya terus berkembang biak. Bakteri bisa self duplicate (membelah diri sendiri), nggak ada batasannya. Dalam hal ini bakteri anaerob yang saya pakai, pakai yang aerob (yang hidup bila ada oksigen-red) juga bisa, tapi bakteri anaerob lebih efisien,” papar peraih medali perak Olimpiade Kimia Internasional 2012 ini.

Risetnya tentang energi terbarukan berlanjut ke S3 yang dibiayai beasiswa Jardine Foundation di kampus yang sama. Risetnya ini mengembangkan dari riset S2-nya.

“Sekarang proyek S3 saya mengembangkan teknologi ini lalu mengintegrasikannya dengan carbon capture. Saya berhasil hasilkan energi listrik dari air limbah. Lalu pertanyaan berikutnya ini listriknya mau buat apa?” papar alumni SMA MH Thamrin Jakarta ini.

“Nah kebetulan aplikasi yang saya pikirkan, listrik ini akan saya pakai untuk menangkap CO2. Pemanasan global kan sudah terjadi ini, akibat emisi CO2 yang berlebihan ke atmosfer. Nah yang saya lakukan ini saya mau tangkap CO2 ini jadi biofuel. Kalau bensin kan dibakar menghasilkan energi dengan emisi CO2, nah yang saya mau coba lakukan itu kebalikannya, saya mau tangkap CO2, saya ubah jadi biofuel. Tadi bensin dibakar jadi CO2 dengan keluaran energi buat mobil jalan. Kalau sebaliknya butuh energi, nah dari listrik tadi (microbial fuel cell) energinya,” paparnya.

Bila riset S3 yang dilakukan ini berhasil, berarti ada 3 hal sekaligus dari hasil risetnya:

  1. Pengolahan air limbah
  2. Mengurangi emisi CO2 alias karbondioksida
  3. Produksi biofuel

“Jadi kita nggak perlu lagi ngebor-ngebor bawah laut untuk cari bahan bakar. Jadi dari CO2 dibalikin jadi biofuel,” paparnya.

Lantas apa listrik yang dihasilkan dari air limbah plus bakteri itu bisa dialirkan layaknya listrik PLN?

“Problemnya microbial fuel cell, menghasilkan listriknya nggak stabul, makanya buat ini (menyerap CO2). Karena aktivitas mikrobial itu kadang-kadang dia mau makan, kadang-kadang nggak. Makanya aplikasinya nggak bisa dialirkan listrik ke PLN,” tuturnya.

Samuel akan menjalani pendidikan dan riset doktoralnya selama 4 tahun di Oxford dengan beasiswa dari Jardine Foundation. Setelah lulus, Samuel berencana mencari pengalaman riset dan menjadi akademisi di kampus luar negeri, membangun koneksi dan relasi, termasuk dengan Diaspora Indonesia. Untuk jangka panjang, dia ingin kembali ke Indonesia dan ingin membangun dunia riset.

“Rencana jangka panjang, saya mau balik ke Indonesia. Saya lihat teknologi ini (riset tentang energi terbarukan) paling cocok diaplikasikan di Indonesia. Limbah kita kan berlimpah, konsumsi bensin pun tingi, emisi CO2 tinggi, project saya sangat tepat diaplikasikan di Indonesia,” tuturnya.

Bahkan dia bercita-cita menjadi menteri untuk membangun dunia riset, terutama tentang energi terbarukan.

“Sebagai peneliti saya memang ingin menjadi akademisi, tetap menjadi periset, mungkin dosen juga tapi part time, full time saya mau di riset. Namun untuk implementasi, kembali lagi, nggak jauh-jauh dari politik, yang pegang final call itu politisi, final destination-nya di sana. Satu-dua dekade lagi mungkin saya akan kembali. Nggak langsung jadi menteri sih, riset dulu, pengen punya institut riset yang fokus ke energi terbarukan di Indonesia, pelan-pelan finalnya jadi menteri,” ungkap Samuel akan cita-citanya.

Semoga sukses Samuel!
(nwk/miq)

Sumber: http://news.detik.com/berita/d-3317553/lulus-summa-cumlaude-di-oxford-samuel-putra-riset-soal-energi-terbarukan

Discussion

Comments are closed.

Books (Free)

“Indonesia Goes to School”

Past Events Posters

%d bloggers like this: