News

Lebaran, Mahasiswa Indonesia Ngebakso Bareng Muslim Inggris

Muslim IndoSoc membagikan bakso kepada umat Islam di Southampton, Inggris. (Sumber: PPI Southampton)

Muslim IndoSoc membagikan bakso kepada umat Islam di Southampton, Inggris. (Sumber: PPI Southampton)

JAKARTA – Tak ada ketupat dan opor ayam, bakso pun jadi. Modifikasi pepatah itu nampaknya tepat untuk menggambarkan kemeriahan perayaan hari Idul Fitri yang digelar Southampton University Indonesian Muslim Society atau Mahasiswa Muslim Indonesia di Southampon, Inggris.

Momen Lebaran dimanfaatkan komunitas yang akrab disebut Muslim IndoSoc ini untuk memperkenalkan kekayaan kuliner Indonesia kepada seluruh masyarakat Southampton, khususnya umat Muslim. Makanan yang mereka pilih pun terbilang unik, yaitu bakso.

Presiden Muslim IndoSoc Faaris Mujaahid menjelaskan, menu bakso dipilih karena bahan bakunya relatif mudah dicari. Selain itu, bakso juga merupakan makanan khas Indonesia yang sulit ditiru negara lain.

Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia di Southampton (PPI Southampton) baik Muslim maupun Non-Muslim pun berkontribusi dalam menyiapkan 1.500 butir bakso yang dibagikan saat Hari Raya Idul Fitri tersebut. Faaris menyebut, mereka menyumbang tenaga dan uang hingga terkumpul dana 227 poundsterling atau sekira Rp4 juta untuk membeli 12 kg daging sapi dan 6 kg daging ayam sebagai bahan baku bakso.

“Dari tahun ke tahun, masyarakat di Southampton sudah hafal orang Indonesia pastimembagikan bakso saat lebaran. Pernah kami ganti menu lain, mereka mencari-cari ‘Mana bakso Indonesia?’ Alhamdulillah, bakso diterima bahkan digemari masyarakat dari berbagai penjuru dunia di Southampton,” tutur Faaris dalam keterangan tertulisnya kepadaOkezone, Jumat (8/7/2016).

Idul Fitri 2016-PPI Southampton

(Sumber: PPI Southampton)

Setidaknya, 450 muslim di Southampton ngebakso bareng usai menunaikan salat Idul Fitri di Connaught Hall, Wessex Lane Halls Complex pada Rabu, 6 Juli lalu. Menurut Faaris kegiatan ini juga dimaksudkan sebagai cara menjalin silaturahim antarsesama Muslim di kawasan tersebut. Saat ini ada sekira 10 ribu muslim dari berbagai negara di Southampton.

“Indonesia merupakan negara dengan populasi penduduk Muslim terbesar di dunia, jadi sayang rasanya kalau kita tidak bisa berbaur dengan Muslim negara lain,” imbuh Faaris.

Ketua PPI Southampton, Mohamad Arekha Bentangan Lazuar mengamini pernyataan Faaris. Dia menyampaikan, acara tahunan berbagi bakso usai Salat Id tersebut adalah salah satu aksi nyata PPI Southampton mengenalkan Indonesia kepada masyarakat lokal khususnya dalam hal kekayaan kuliner.

“Kalau masyarakat Indonesia menyaksikan aktivitas kami saat ini, rasanya tidak ada lagi kekhawatiran diskriminasi isu xenofobia yang menyebar pasca Brexit karena pada dasarnya kami tetap melakukan aktivitas sehari-hari seperti biasa,” ujar Mohamad.

Sementara itu, bagi pelajar Southampton asal Jerman, Susan, bakso Indonesia adalah salah satu makanan favoritnya. Terlebih lagi, dia selalu menikmatinya pada momen istimewa Lebaran.

“Saya harap tahun mendatang PPI Southampton mengadakan aktivitas serupa. Saya sudah lama ingin ke Indonesia. Rencananya, setelah selesai studi, saya akan pergi ke sana,” kata Susan.

Oleh: Rifa Nadia Nurfuadah

Sumber: http://news.okezone.com/read/2016/07/08/65/1434030/lebaran-mahasiswa-indonesia-ngebakso-bareng-muslim-inggris

Discussion

Comments are closed.

Books (Free)

“Indonesia Goes to School”

Past Events Posters

%d bloggers like this: