News

Puasa di Inggris, Menahan 19 Jam, tak Tidur Usai Tarawih

Pengalaman Berpuasa Mukhlash Abrar, Mahasiswa S3 di United Kingdom asal Jambi

JawaPos.com – Berpuasa di Indonesia begitu menggembirakan. Umat muslim di dalam negeri cukup menahan 12 jam. Dari pagi hingga petang. Sementara itu di negara lain, Inggris, umat muslim di sana harus menahan haus dan lapar sampai 20 jam.

Lamanya puasa di negeri United Kingdom itu, karena jarak antara fajar sampai terbenam matahari 20 jam. Sedangkan jarak salat isya ke subuh antara 3 sampai 4 jam.

Puasa 19 Jam, Waktu Isya dan Subuh hanya terpaut 3 Jam. Begitulah yang dirasakan Mukhlas Abrar mahasiswa asal Jambi yang sedang mengambil S3 Queen University, Irlandia.

Sebelum mengambil kuliah di sana, dia merupakan salah satu Dosen FKIP Universitas Jambi.

Menurut Mukhlas, lamanya waktu puasa di bumi Britania Raya, karena saat ini sedang bertepatan dengan musim semi. Sehingga waktu siang lebih panjang.

“Ini puasa terlama sejak 33 tahun terakhir, yakni berkisar 19 – 20 jam,” ujar Mukhlas yang dilansir dari Jambi Independent (Jawa Pos Group), Kamis (16/6).

Bagi Mukhlas, menjalani ibadah puasa Ramadan di Inggris suatu ujian berat. Namun hal itu akan menjadi pengalaman dan pembelajaran penting untuk meningkatkan rasa solidaritas kepada kaum yang tidak mampu.

Di Inggris, Mukhlas berbuka puasa dengan muslim lain dari berbagai negara di salah satu masjid di kota Belfast.

Di kota kecil ini terdapat ada dua masjid (Northern Ireland Muslim Falimy Association dan Belfast Islamic Centre) yang secara rutin buka puasa gratis.

“Setelah menahan lapar dan haus selama lebih dari 19 jam, saya dan teman-teman menyantap takjil yang telah disiapkan dan dilanjutkan dengan salat magrib berjamaah,” katanya.

Meski berada di negeri orang, Mukhlas masih sempat untuk menikmati menu berbuka ala Indonesia, seperti martabak, jus buah, kolak, telur balado, serta ayam dan mie goreng. “Semua menu ini mengobati rasa rindu kami terhadap kampung halaman di negeri tercinta Indonesia,” terangnya.

Di Belfast ini waktu isya pukul 11.30 malam. “Saya bersama teman-teman melaksanakan salat Isya berjamah dan kemudian dilanjutkan dengan saalat Tarawih dan Witir. Selesai tarawih, ia pun kembali ke rumah masing-masing.

Sebagian umat muslim di sana ada yang memilih pulang ada yang bertahan di masjid sembari menahan kantuk, karena jadwal subuh tidak beberapa jam dari isya, yakni pukul 2 pagi.

Menurut Mukhlas, pengalaman berpuasa di Britania Raya, khusunya di Belfast ini mengajarkan banyak hal tentang hakikat beragama dan bermasyarakat, bahwasanya umat muslim tidak hanya dianjurkan untuk melaksanakan ibadah tetapi juga membina serta mempererat silaturrahmi antar sesama.

“Semoga Ramadan tahun ini menjadi berkah untuk kita semua,” tutupnya. (*/nid/iil/JPG)

Sumber: http://www.jawapos.com/read/2016/06/16/34633/puasa-di-inggris-menahan-19-jam-tak-tidur-usai-tarawih-

Discussion

Comments are closed.

Books (Free)

“Indonesia Goes to School”

Past Events Posters

%d bloggers like this: