News

The 4th Strategic Contribution for Indonesia (SCI 2016) : Rejuvenation of Indonesia’s Economic Outlook by Empowering Creative Economy

SCI 2016-1

(Source: PPI Leeds)

Sabtu,19 Maret 2016. Perhimpunan Pelajar Indonesia Leeds (PPI Leeds) mengadakan seminar tahunan  bertema ekonomi kreatif. Seminar Strategic Contribution for Indonesia (SCI) tahun ini merupakan kali keempat setelah sebelumnya SCI perdana diselenggarakan pada tahun 2012, lalu diikuti tahun kedua pada 2014, dan yang ketiga pada 2015. Adapun alasan pemilihan tema ekonomi kreatif didasari oleh besarnya pertumbuhan dan signifikannya kontribusi ekonomi kreatif terhadap ekonomi nasional. Pada tahun 2013, ekonomi kreatif tumbuh sebesar 5,76% dan diharapkan sampai tahun 2019 kontribusi ekonomi kreatif terhadap ekonomi nasional mencapai 7-7,5% dan mampu menyerap 10,5-11% dari total tenaga kerja nasional.

Acara SCI 2016 bertujuan mengapreasiasi talenta, menyediakan wadah untuk berbagi pengetahuan sekaligus sarana untuk  mempertemukan generasi muda dan pemerintah; bertukar pikiran mengenai berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia. Selain itu, forum SCI juga diharapkan mampu rekomendasi bagi instansi terkait serta menginspirasi peserta untuk berkontribusi nyata demi kemajuan Indonesia. Berdasarkan tujuan tersebut, panitia SCI mengundang pembicara-pembicara yang berkompentesi di bidangnya. Adapun pembicara SCI 2016 adalah Dr. Rizal Sukma (Duta besar RI untuk Inggris Raya dan Republik Irlandia), Vitto Rafael Tahar (Minister Counsellor of Economic Affair, Embassy of Indonesia for the UK and Republic of Ireland), Rachmad Imron (DreadOut Game Developer, CEO/Founder Digital Happiness), Perry Ismangil (Open Source Software Developer ,Co-founder Teluu) dan Eric Sasono (Award Winning Film Critics and Scriptwriter “Brownies”).

SCI 2016-2

(Source: PPI Leeds)

Acara yang diselenggarakan di Maurice Keyworth Building, Leeds University Business School ini dimulai dengan kata sambutan ketua PPI Leeds Affan Abdul Ghaffur, lalu resmi dibuka oleh Dubes RI untuk Inggris Raya dan Republik Irlandia, Dr Rizal Sukma. Dalam pidato pembukaannya, Rizal sukma menjelaskan potensi ekonomi kreatif bagi perekonomian Indonesia. Menurutnya, ekonomi kreatif, yang berbasis pada kreativitas dan inovasi masyarakat, memiliki potensi besar untuk berkembang cepat dalam waktu yang singkat jika dibanding dengan pengembangan produktivas industri yang relatif membutuhkan waktu yang lama. Rizal mengakui bahwaekonomi kreatif dapat menjadi enginee of growth (mesin pertumbuhan) di Indonesia.

Hal senada juga diungkapkan pembicara kedua Vitto Rafael Tahar, Minister Counsellor of Economic Affair KBRI London, menurut Vitto mengingat pentingnya sektor ini, pemerintah terus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dengan menciptakan iklim yang kondusif, dan mendukung para pelaku ekonomi kreatif dan menjalin kerjasama internasional. Vitto juga memaparkan Indonesia telah menjalin kerjasama dengan Inggris untuk mengembangkan ekonomi kreatif. Berbagai acara promosi industri kreatif Indonesia telah sukses berlangsung seperti Photo Exhibition kerjasama antara British Council dan Agensi berita Indonesia-ANTARA dan pergelaran seni hasil kerjasama British Council dan pemerintah di empat kota di Inggris yaitu Edinburgh, Glasglow, Cardiff dan London. Dalam jangka waktu ke depan pemerintah juga kembali merencanakan berbagai acara promosi lainnya seperti Indonesia’s Fashion Exhibition (direncanakan April 2016), Indonesia Weekend (direncanakan Mei 2016) dan Hello Indonesia (direncanakan Agustus 2016).

Paparan materi dari sisi pemerintah cukup menarik perhatian para peserta. Hal ini terlihat dari banyaknya jumlah peserta yang ingin bertanya. Berbagai pertanyaan muncul seperti pertanyaan mengenai dukungan financial dan fasilitas dari pemerintah untuk pelaku ekonomi kreatif, peran UKM, perubahan struktur Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) serta potensi menghadirkancreative hub di Indonesia serta peran pemerintah dalam menciptakan iklim persaingain yang sehat. Setelah pemaran materi dari perwakilan pemerintah dan sesi tanya jawab dengan peserta,  acara dilanjutkan dengan pemaparan materi dari para pelaku ekonomi kreatif.

Pada sesi berikutnya, Rachmad Imron,  Co-founder Digital Happiness sekaligus developer game populer DreadOut ini berbagi perspektif mengenai tantangan yang dihadapi pelaku ekonomi seperti dirinya. Rachmad mengatakan “Berbicara dari segi teknologi dan pengalaman, mungkin kita belum bisa menyayingi negara yang sudah lebih dulu fokus pada ekonomi kreatif tapivalue added yang kita punya budaya, Indonesia kaya akan budaya dan dari situ kreativitas dapat dimunculkan” Jelas Rachmad menceritakan pengalamannya mengembangkan game horor Indonesia yang tembus hingga 1 juta download dan diminati di tingkat global.

Selain Rachmad Imron, pelaku ekonomi kreatif seperti Eric Sasono (Scriptwriter Brownies) dan Perry Ismangil, Co-founder Teluu, start-up company berbasis di Sheffield, Inggris juga turut berbagi pengalaman mengenai tantangan yang mereka hadapi selama berkiprah di sektor ekonomi kreatif. Eric menjelaskan berbagai kesempatan dan tantangan yang dihadapi industri perfilman Indonesia seperti supplai ide kreatif, pembiayaan, keberadaan fasilitas, distribusi serta ekosistem yang terbangun dalam industri perfilman Indonesia. Adapun bagi Perry Ismangil, warga Indonesia yang telah lama berdomisili di UK dan memiliki bisnis start up di sini, tantangan dalam memulai bisnis adalah waktu dan kondisi yang tepat, seperti lingkungan yang mendukung fair competition, kondisi sosial masyarakt serta self-awareness yang baik.

Selain menyelanggarakan acara seminar sebagai fokus utama, SCI 2016 juga menyediakan booth lapor diri dari KBRI London, fasilitas Kids Day Care juga tersedia bagi peserta yang membawa putra-putri selain itu hal yang berbeda dari SCI kali ini adalah adanya City Tour yang dilaksanakan satu hari setelah acara. Selama city tour para peserta diajak mengunjungi atraksi wisata kota Leeds seperti Kirsktall Abbey, Royal Almouries, Leeds City Center, Leeds Town Hall dan lain sebagainya. Seminar SCI pada Sabtu 19 Maret ini berakhir pukul 17.30 ditandai dengan penyerahan cinderamata kepada semua pembicara dan foto bersama panitia dan peserta. Segenap panitia mengucapkan terima kasih atas dukungan KBRI London, Bank Indonesia dan PPI UK dalam menyukseskan acara ini.

Kontributor: Novita Eliana

Sumber: http://ppi-leeds.com/berita/1930/

Discussion

Comments are closed.

Books (Free)

“Indonesia Goes to School”

Past Events Posters

%d bloggers like this: