Information

Diskusi Putaran ke-11 Lingkar Studi Cendekia UK (LSC UK) (21 May 2016)

“Ketimpangan Pembangunan di Indonesia: Pendekatan Multi-Dimensional”

Graduate Hub Seminar Room
University College London*
21 Mei 2016
Pukul 2-4.30pm

Pasca-reformasi, Indonesia telah bertransformasi dari rezim yang sangat otoriter dan sentralistik, menjadi dan memasuki era baru yang didasarkan pada asas demokrasi dan desentralisasi. Namun, ketimpangan antar masyarakat Indonesia justru mengalami kenaikan yang cukup signifikan pasca reformasi, era yang seharusnya memberikan pemerataan pembangunan.

Koefisien gini Indonesia pasca reformasi terus mengalami tren kenaikan yang berarti semakin lebar pula jurang antara si Kaya dan si Miskin. Lebih dari tiga dekade rezim otoriter Orde Baru berkuasa, koefisien gini Indonesia hanya berada di kisaran level 0,33-0,35. Angka ini kemudian terus merangkak naik pasca reformasi dan mencapai puncaknya sejak 2011 yang menembus level 0,41 dimana ironisnya Indonesia bahkan lebih timpang ketimbang negara super-liberal dan kapitalis seperti Amerika pada titik ini. Meskipun pada 2015 koefisien gini sempat mengalami penurunan sedikit, secara garis besar ketimpangan di Indonesia masih dalam tahap yang cukup tinggi relatif dibanding pra-reformasi.

Oleh karena itu, diskusi Lingkar Studi Cendikia (LSC) edisi Mei 2016 akan mengangkat isu memburuknya ketimpangan dan paradoks pembangunan di Indonesia ini. Diskusi ini akan coba membedah:

  • Apa saja yang membedakan pembangunan Indonesia pra dan pasca reformasi?
  • Mengapa era demokrasi dan desentralisasi justru menyebabkan ketimpangan masyarakat Indonesia memburuk?
  • Apa saja penyebab melebarnya jurang antara si Kaya dan si Miskin di Indonesia?
  • Apa solusi dan rekomendasi kebijakan yang paling tepat untuk meredam laju ketimpangan ini?

Diskusi ini akan menghadirkan tiga pembicara utama, yang akan mengelaborasi tiga aspek besar, yaitu:

  1. Roots & causes dari ketimpangan di Indonesia
  2. Relasi antara ketimpangan, kemiskinan, dan pembangunan
  3. Relasi antara ketimpangan dan pendidikan

Pembicara yang dihadirkan antara lain:

  1. Dharendra Wardhana (King’s College London)
  2. Shally Pristine (University College London)
  3. Putu Geniki L Natih (Trinity College, University of Oxford)

Diskusi ini diharapkan akan menghasilkan pemahaman yang cukup luas dan mendalam terkait isu ketimpangan, baik global, nasional dan sektoral. Selain itu, berbagai rekomendasi dan evaluasi kebijakan juga diharapkan lahir dari diskusi ini, khususnya bagaimana merespon dan meredam melebarnya ketimpangan di Indonesia.

Facebook event page: https://www.facebook.com/events/998704973531521/
LSC UK Facebook page: https://www.facebook.com/LSCUK29/

Discussion

Comments are closed.

Books (Free)

“Indonesia Goes to School”

Past Events Posters

%d bloggers like this: