News

BSNP Beber Kebobrokan Pendidikan Indonesia di Inggris

Rimanews – Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) menilai standar pendidikan di Indonesia masih memiliki gap lebar antara peraturan dan implementasi.

Pendapat itu disampaikan oleh anggota BSNP dr. Rr. Titi Savitri Prihatiningsih, Ph.D. dalam diskusi yang digelar Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Essex, Colchester, Inggris, kata Sekretaris PPI Essex Hasna Azmi Fadhilah di London, Selasa (22/09/2015).

Ia menjelaskan bahwa kehadiran Titi Savitri Prihatiningsih di Inggris dalam rangka mengikuti seminar dan kunjungan kerja ke beberapa universitas.

Dalam diskusi itu, Titi mengatakan bahwa Indonesia sebenarnya sudah memiliki aturan baku, bahkan regulasi yang dirancang relatif sangat mendetail. Akan tetapi, kenyataan di lapangan aturan tersebut hanya menjadi formalitas belaka.

Standar pendidikan nasional yang awalnya dirancang para pakar pendidikan dan pemangku kepentingan, kata anggota BSNP yang juga dosen di UGM itu, sering kali menemukan ganjalan saat akan diterapkan menjadi peraturan.

Menurut dia, hal itu dikarenakan ketika aturan diterbitkan, BSNP tidak memiliki kekuatan penuh untuk mempertahankan konteksnya sehingga antara rancangan dan isi regulasi dapat berubah haluan. Hal ini disebabkan perbedaan sudut pandang antara staf Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan BSNP.

Dengan lemahnya posisi runding BSNP tersebut, kata Titi, standar yang diinginkan para pemerhati pendidikan dan aktor pendidik hingga kini terus-menerus terbentur kepentingan politik.

Lulusan University of Dundee, Skotlandia, itu lantas menyebutkan salah satu aturan mengenai standar nasional perguruan tinggi yang tercermin dalam Peraturan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 49/2014.

Ia menilai beberapa poin dalam regulasi tersebut terlalu tinggi dalam menerapkan standar pendidikan, terutama periode pendidikan yang dibatasi selama 5 tahun. Selain itu, juga syarat publikasi jurnal bagi sarjana S-1, S-2, dan S-3.

Menurut Titi, banyak pakar menilai standar tersebut kurang memperhatikan kesenjangan kualitas peserta didik di perguruan tinggi negeri dan swasta serta hanya bertumpu mengejar ketertinggalan kualitas peserta didik di Indonesia dengan negara tetangga.

Sumber: http://budaya.rimanews.com/pendidikan/read/20150922/235650/BSNP-Beber-Kebobrokan-Pendidikan-Indonesia-di-Inggris

Discussion

Comments are closed.

Books (Free)

“Indonesia Goes to School”

Past Events Posters

%d bloggers like this: