News

Dua Artikel Terbaik “Dare to Dream: Indonesia, Masihkah Negara Maritim?” PPI UK

“DARE TO DREAM, CARE TO SHARE” adalah salah satu program kerja Divisi Pengabdian Masyarakat Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) UK 2014/2015. Program ini mengundang seluruh pelajar Indonesia di UK untuk berbagi kisah atau menuangkan opini dalam bentuk tulisan. Tema tulisan berbeda-beda setiap bulan, dengan mengambil tema hari besar/ perayaan penting di bulan tersebut. Akan dipilih tiga artikel terbaik setiap bulan untuk diterbitkan di website PPI UK. Program ini akan diadakan mulai bulan Maret – Juli 2015. Seluruh artikel pilihan akan diterbitkan dalam bentuk e-book di akhir periode.

Dalam rangka World’s Ocean Day, tema bulan ini adalah: “Indonesia, Masihkah Negara Maritim?”. Berikut adalah dua artikel terbaik yang telah dipublikasi di website PPI UK,

  • Mengenang Kejayaan Majapahit sebagai Kerajaan Negara Maritim yang Kuat oleh Esti Mardiani-Euers, mahasiswa PhD di Department of Engineering, Lancaster University

JALESVEVA JAYAMAHE, ‘Di lautan kita berjaya’. Demikian semboyan TNI AL yang sangat terkenal.

Masih validkah semboyan ini bagi NKRI, negara kepulauan terbesar di dunia? Lalu bagaimana dengan berita terjadinya pembajakan kapal tanker Pertamina, atau penyelundupan bahan bakar lewat lautan? Kalau yang diselundupkan cuma satu atau dua drum minyak, bisa tidak ketahuan, lha, ini yang diselundupkan satu tanker?!

Bulan lalu ada program di BBC yang menayangkan kehidupan para nelayan tradisional kita di salah satu pulau kecil di Indonesia Timur yang sulit mendapatkan hasil tangkapan ikan, karena kapal-kapal asing penangkap ikan yang besar dengan peralatan yang lebih canggih masuk ke perairan di sekitar hunian mereka.

Untuk kesekian kalinya, muncul berita tentang ‘hilangnya’ satu pulau di wilayah RI karena di-claim oleh negeri tetangga. Kita juga tahu, Singapura terus mengimpor pasir untuk reklamasi pantai, meluaskan daratannya. Lha, bagaimana nanti kalau Pulau Singapura sudah menempel dengan Pulau Batam, atau Pulau Bintan, atau Pulau Karimun Besar dan di-claim menjadi milik Singapura? Lengkapnya…

  • Indonesian Maritime Open Data Merupakan Kunci Penguatan Jati Diri Indonesia Sebagai Negara Maritim Yang Disegani Dunia oleh Adipandang Yudono, mahasiswa PhD di Department of Town and Regional Planning, University of Sheffield

Sebenarnya, ide tulisan ini tercipta secara tidak sengaja disaat penyusunan PhD Research penulis di Dept. of Town and Regional Planning- University of Sheffield tentang Infrastrukstur Data Spasial Nasional (IDSN), suatu sistem pengelolaan data spasial (keruangan) dari aspek politis, hukum, sumber daya manusia dan teknologi secara terpadu dari level pemerintahan pusat hingga pemerintahan lokal, dalam kegiatan proses perumusan penataan ruang di Indonesia. Disaat penulis melakukan fieldwork dengan metode In-Depth Interview pada beberapa Elit politik yang berkecimpung dalam penataan ruang di awal tahun 2015, penulis takjub dengan dengan system yang sudah dikembangkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Indonesia yang digawangi oleh ibu menteri yang selalu jadi trending topic media nasional, yaitu bu Susi Pudjiastuti. Disini, saya tidak akan mengulas ketokohan beliau, karena media sudah banyak mengeksposnya. Hal yang ingin saya ceritakan disini adalah peranan sistem Indonesian Maritime Open Data atau keterbukaan data kelautan di Indonesia dalam penguatan jati diri sebagai negara maritim dan sebagai bangsa yang diperhitungkan dunia internasional sebagai mata rantai utama dalam pelaksanaan Sustainable Food Security (Ketahanan pangan berkelanjutan) dibidang kelautan. Lengkapnya…

Discussion

Comments are closed.

Books (Free)

“Indonesia Goes to School”

Past Events Posters

%d bloggers like this: