News

The 3rd Strategic Contribution for Indonesia (SCI 2015) : Mempertahankan Kedaulatan Indonesia pada Era Perdagangan Bebas ASEAN

Pada hari Sabtu, 14 Maret 2015, Perhimpunan Pelajar Indonesia Leeds kembali menyelenggarakan Strategic Contribution for Indonesia (SCI) Seminar dimana pada kali ini merupakan yang ketiga kalinya setelah yang pertama pada tahun 2012 dan kedua pada tahun 2014.

Negara Indonesia akan menghadapi sebuah era baru pada Desember 2015 dimana akan secara resmi diterapkannya kesepakatan menghapuskan semua bea masuk impor barang (kategori general exception) antar sesama negara di Asia Tenggara. Peristiwa ini merupakan wujud teranyar dari penerapan kawasan bebas perdagangan antar negara di kawasan Asia Tenggara atau yang lebih familiar dengan sebutan AFTA (Asean Free Trade Area) menyusul tindak lanjut dari hasil Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke IV di Singapura pada tahun 1992.

Dikarenakan kesepakatan tersebut, muncul berbagai pertanyaan, apakah Indonesia telah siap menghadapi AFTA? Apakah SDM kita mampu bersaing dengan SDM Negara lain? Apakah kualitas produk dalam negeri kita bisa bersaing dengan produk Negara lain? Apakah Indonesia lebih mendapat banyak keuntungan dengan menjadi bagian dari AFTA dibanding kerugian? Apa yang harus kita secara personal lakukan dan persiapkan setelah menjadi bagian dari masyarakat AFTA? Kontribusi apa yang bisa saya berikan untuk Indonesia dalam menghadapi AFTA? Sebagai usaha mendapatkan pencerahan dan masukan serta dengan mengingat urgensi dari persitiwa ini, maka tema yang disepakati untuk SCI yang ke-3 kali ini adalah : “Overcoming Challenges Towards AFTA 2015 in Protecting Indonesia’s Sovereignty” (Mempertahankan Kedaulatan Indonesia dalam Menghadapi AFTA 2015).

Untuk memuaskan dahaga intelektual peserta, maka panitia mengundang pembicara-pembicara yang dianggap sangat berkompeten dengan tema yang diangkat. Adapun pembicara acara SCI kali ini adalah Bapak He Teuku M. Hamzah Thayeb (Duta Besar Indonesia untuk UK dan Ireland), Bapak Dr. Rizal Ramli (Mantan Menteri Koordinator Perekenomian Republik Indonesia), Bapak Dr. Bambang Susantono (Mantan Wakil Menteri Perhubungan Republik Indonesia), Bapak Rizal A. Djaafara SE., MA. (Kepala Representatif Bank Indonesia untuk Eropa dan Afrika), Bapak Umar Juoro, MA. (Kepala Badan Supervisi Bank Indonesia), dan Bapak Faisal Basri, SE., MA. (Ekonom dan Politisi). Untuk membuat acara lebih menarik, panitia menghadirkan Saudara Rory Asyari yang telah familiar di layar TV di Indonesia sebagainews anchor.

 Acara yang diselenggarakan di Maurice Keyworth Building G.02 Leeds University Business School dimulai pada pukul 09:30 dengan kata sambutan dari Adwin Pratama Anas sebagai Ketua Panitia SCI dan juga oleh Muhammad Fariz Isnaini sebagai Ketua PPI Leeds.  Selanjutnya acara dimulai oleh paparan dari Bpk. HE. Teuku M. Hamzah Thayeb sebagai Keynote Speaker. Pada kesempatan kali ini, beliau membahas mengenai kondisi terkini mengenai Negara Indonesia dimana pada tahun 2014 kita baru saja melalui sebuah tahapan demokrasi terbesar yaitu pemilihan presiden dan wakil presiden, kemudian beliau memaparkan program-program dari pemerintahan saat ini seperti Nawacita (9 Agenda Prioritas) dan tentunya revolusi mental, selanjutnya beliau menunjukkan data-data mengenai perkembangan perekonomian Indonesia, tantangan-tantangan, dan memberi gambaran mengenai AFTA secara general.

1

Bapak Rizal A. Djafaara menyampaikan materi. (Sumber: PPI Leeds)

Selanjutnya Bapak Rizal A. Djaafara  membawakan materi mengenai perekonomian Indonesia dan Negara-Negara Asean pada umumnya dari sudut pandang Makro. Beliau memaparkan berbagai data dan grafik yang sangat menarik yang memperlihatkan angka GDP (Gross Domestic Product),  laju inflasi, solid financial system stability, dan lain-lain.  Pada kesempatan berikutnya, Bapak Umar Juoro membawakan topik “Indonesian in ASEAN Economy : Competitiveness in Financial, Manufacturing, and The Importance of Governance”.  Adapun beberapa pembahasan beliau diantaranya memperlihatkan data megenai indicator finansial Negara ASEAN, potensi SDM Negara ASEAN, dan peluang bank dari Indonesia untuk menjadi Bank ASEAN.

2

Bapak Umar Djuoro menyampaikan materi. (Sumber: PPI Leeds)

 

Acara yang diadakan oleh PPI Leeds bekerjasama dengan Bank Indonesia dan KBRI London dan juga disponsori oleh Garuda Indonesia dan PPI UK ini dihentikan sementara pada pukul 12:30 untuk memberi kesempatan kepada pembicara dan peserta yang ingin menyantap makan siang dan sholat. Sebelum break, diadakan diskusi panel pertama yang dibawakan langsung oleh Rori Asyari selaku moderator dengan  dua pembicara sesi pertama yaitu Bapak Rizal A. Djaafara dan Bapak Umar Juoro. Sesi diskusi panel yang pertama ini sangat seru dikarenakan antusias peserta yang ingin menyalurkan pendapat atas presentasi dari kedua pembicara tersebut ataupun yang ingin mengajukan pertanyaan.

3

Suasana diskusi panel. (Sumber: PPI Leeds)

 

Hal unik yang hanya dapat dijumpai di SCI ke-3 ini adalah adanya Kids Day Care dimana untuk peserta yang membawa anak kecil namun bingung mengenai anaknya ketika nanti mengikuti seminar, panitia menyediakan layanan Kids Day Care dimana beberapa panitia yang telah berkompeten dengan senang hati bersedia mengajak bermain dan belajar anak-anak dari peserta yang membawa anak. Berbagai aktivitas diantaranya mewarnai, bermain angklung, bermain games, dan lain-lain. Selain itu selama belangsungnya acara peserta juga dapat melihat poster exhibition dari teman-teman mahasiswa Ph.D di Leeds mengenai riset mereka yang dipajang di lobby dekat ruang tempat acara berlangsung.

4

Anak-anak bermain di Kids Day Care. (Sumber: PPI Leeds)

 

5

Salah satu peserta memperhatikan poster milik mahasiswa Ph.D. (Sumber: PPI Leeds)

 

Acara kembali dimulai pada pukul 13:30 oleh Bapak Rizal Ramli. Kata-kata pertama dari beliau yang mungkin selalu diingat oleh para peserta adalah “I always think that Indonesia is a sleeping giant, the giant who never really wake up and run really fast”. Selama kurang lebih 45 menit beliau memberi rasa optimis mengenai kemampuan SDM dan produk Negara kita untuk bersaing dengan Negara lain, memaparkan keunggulan-keunggulan produk Indonesia dan bagaimana agar produk tersebut dapat bersaing diantaranya dengan mengurangi biaya opersional.

6

Materi dari Bapak Rizal Ramli. (Sumber: PPI Leeds)

 

Setelah Bapak Rizal Ramli selesai berbicara, moderator mempersilahkan Bapak Faisal Basri untuk menyampaikan presentasinya. Pada kesempatan kali ini, beliau lebih benyak menjelaskan mengenai potensi perekonomian Indonesia dari sector maritime dan bagaimana cara memaksimalkannya. Beliau mulai dengan menjelaskan mengenai jati diri kita sebagai Negara maritime, potensi kekayaan laut, dan cara mengelolanya.

7

Bapak Faisal Basri menyampaikan paparan tentang potensi ekonomi maritim Indonesia. (Sumber: PPI Leeds)

 

Terakhir Bapak Bambang Susantono yang baru saja melepas jabatan sebagai Wakil Menteri Transportasi memperlihatkan blue print mega proyek transportasi Indonesia dalam beberapa tahun ke depan. Beliau memperlihatkan kita skema pembangunan infrastruktur untuk mendukung kegiatan transportasi antar kota diantaranya beberapa bandara udara dan pelabuhan baru baik yang berskala besar maupun kecil, jalur kereta api, dll. Kesimpulan yang beliau ingin sampaikan yaitu Indonesia mempunyai segala syarat untuk menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar di dunia, namun itu semua hanya bisa dicapai jika Indonesia berhasil “connecting all the dots”, dimana dalam hal ini pemerintah diharapkan bisa membangun sarana transportasi yang memadai dari Sabang sampai Merauke agar bisa memaksimalkan kekuatan ekonomi Indonesia, baik dari segi regional maupun nasional.

Acara yang berakhir pada pukul 17:30 setelah panel diskusi yang kedua berakhir, dan ditandai dengan penyerahan cindremata kepada semua pembicara, serta pengambilan foto bersama antara peserta, panitia dan seluruh pembicara.  Pada akhir acara, panitia juga menyediakan refreshment berupa kue-kue dan juga pembagian sertifikat kepada seluruh peserta.

Sebagai kontribusi nyata dari acara ini, panita akan merampungkan konklusi dari hasil acara ini dan selanjutnya akan diserahkan kepada pemerintah Indonesia melalui institusi terkait dan diharapkan dapat menjadi rekomendasi untuk pemerintah dalam mempertahankan kedaulatan perekonomian Indonesia dengan diterapkannya AFTA pada Desember 2015.

8

Pembicara, panitia, dan peserta berfoto bersama di akhir seminar. (Sumber: PPI Leeds)

 

Harapan kami dari Divisi Pendidikan PPI Leeds, semoga acara ini dapat memberi manfaat sebesar-besarnya bagi seluruh pihak yang terkait, tidak lupa kami ucapkan terima kasih kepada Bank Indonesia dan KBRI London sebagai mitra kami, Garuda Indonesia dan PPI UK sebagai sponsor, para pembicara, moderator, warga Leeds, seluruh peserta, dan tentunya kepada seluruh panitia SCI atas berbagai bantuan yang diberikan kepada kami demi terselenggaranya acara ini dengan sangat baik.  Akhir kata, semoga acara SCI ini tetap menjadi program unggulan PPI Leeds dan kedepannya dapat dilaksanakan dengan lebih baik lagi.

Sampai jumpa di SCI berikutnya!!

Penulis: Adwin Pratama Anas

Sumber: http://ppi-leeds.com/berita/sci2015/?utm_source=PPILeeds&utm_medium=twitter

Discussion

Comments are closed.

Books (Free)

“Indonesia Goes to School”

Past Events Posters

%d bloggers like this: