News

Oxford, Kota Pelajar yang Klasik nan Asri

SAYA mengikuti perjalanan wisata yang diadakan kampus kami pekan lalu. Oxford menjadi kota destinasi yang dipilih pada trip kali ini. Dengan menggunakan bus selama kurang lebih 3,5 jam dari Leeds, akhirnya saya beserta rombongan mahasiswa lainnya tiba di tempat tujuan. Cuaca saat itu memang tak begitu mendukung, musim dingin masih setia menemani, ditambah lagi dengan rinai hujan yang tak henti-hentinya mengguyur.

Meski demikian, semangat saya tak sedikit pun surut untuk menjelajah kota penuh legenda dan sarat dengan sejarah yang telah melahirkan para intelektual dunia ini.

Oxford, kota yang terletak di selatan Inggris tersebut sebenarnya tidaklah begitu luas. Cukup dengan berjalan kaki atau mengendarai sepeda saja, seluruh pelosok Kota Oxford sudah mampu kita singgahi. Namun, kecilnya kota ini tak sebanding dengan kemasyhurannya, sebab populernya Kota Oxford telah menembus seluruh penjuru dunia.

Betapa tidak, kota ini memiliki daya pikat tersendiri bagi para wisatawan lokal maupun mancanegara, mengingat salah satu universitas paling fenomenal dan berpengaruh di dunia berada di sini.

The University of Oxford adalah salah satu maskot andalan Kota Oxford. Universitas ini telah banyak mencetak para cendekiawan taraf dunia, salah satunya adalah Perdana Menteri Inggris, David William Donald Cameron. Gedung universitas yang memiliki 38 college ini tersebar di seluruh kota, sehingga tak heran jika kemudian Oxford dijuluki sebagai “Kota Pelajar”.

Selain sebagai pusat pendidikan, universitas dengan reputasi dunia ini juga menjadi objek kunjungan wisata sejarah paling digemari oleh para turis. Gedung-gedung klasik dan berkelas yang masih sangat kental dengan nilai historis, menjadikannya terpilih sebagai lokasi syuting beberapa film. Satu di antara yang paling terkenal adalah Harry Potter.

Klasiknya Kota Oxford juga ditambah dengan adanya sejumlah bangunan kuno yang didirikan sejak abad ke-17. Radcliffe Camera adalah salah satunya. Perpustakaan milik The University of Oxford ini dibangun tahun 1737 yang didesain oleh seorang arsitek bernama James Gibbs. Bangunannya memiliki bentuk unik, yaitu menyerupai bundaran besar dengan kubah yang tinggi. Selain itu, sejumlah museum bergaya Victoria juga tersebar di beberapa sudut Kota Oxford, sehingga dimensi ilmu pengetahuan begitu terasa jika Anda mengunjungi kota ini, di antaranya adalah Ashmolean Museum (museum seni dan musik), University Museum of Natural History and Pitt Rivers (museum zoologi dan geologi), dan Oxford University Press Museum (Museum buku dan dokumen bersejarah).

Selain klasik, Oxford juga merupakan kota yang amat asri dan hijau. Meskipun tidak seluas kota-kota lainnya, Oxford memiliki Botanical Garden atau kebun raya yang letaknya di dalam kawasan universitas. Selain dibuka untuk umum, kebun raya ini sendiri sebenarnya merupakan kawasan riset botani milik The University of Oxford. Sejumlah koleksi tanaman, seperti Geographic Collection, The Euphorbia Collection, dan The Medicinal Collection terdapat disana.

Geographic Collection dikenal sebagai Biodiversity Hotspots karena menyimpan koleksi dari enam wilayah berbeda yaitu The Mediterranean Basin, South Africa, South America, North America, New Zealand, dan Asia. Sedangkan The Euphorbia Collection sendiri saat ini tercatat telah menyimpan 2000 koleksi spesies Euphorbia.

Selanjutnya, The Medicinal Collection memiliki delapan lokasi dengan spesialisasi tumbuhan yang didasarkan pada manfaat dalam pengobatan penyakit tertentu, yaitu cardiology, oncology, infectious diseases, gastreoenterology, dermatology, haematology, neurology, dan pulmonology. Semua koleksi tanaman ini terawat dengan begitu baik di bawah koordinasi universitas.

Begitulah sekilas cerita dan pengalaman yang dapat saya bagikan dalam wisata kota saya kali ini. Semoga informasi ini dapat menambah wawasan para pembaca, terutama yang berminat untuk kuliah ke Inggris. Terima kasih.

Penulis:
FATMAWATI FADLI, Mahasiswi Program Master of Science (MSc) Psychological Approaches to Health The University of Leeds

Jika Anda punya informasi menarik, kirimkan naskah dan fotonya serta identitas bersama foto Anda ke redaksi@serambinews.com

Sumber: http://aceh.tribunnews.com/2015/03/14/oxford-kota-pelajar-yang-klasik-nan-asri

Discussion

Comments are closed.

Books (Free)

“Indonesia Goes to School”

Past Events Posters

%d bloggers like this: