News

Antisipasi Resikonya Keuangan Syariah Jadi Perhatian

IMG-20140917-WA003

Ibu Murniati Mukhlisin saat menyampaikan presentasinya di konferensi yang diadakan oleh IDB. (Courtesy of Murniati Mukhlisin)

London, (Antara Sumbar) – Islamic Development Bank (IDB) menggelar konferensi tingkat internasional yang khusus membahas permasalahan risiko perbankan syariah dan keuangan syariah secara umum.

Konferensi yang diadakan di tempat kegemilangan Dinasti Ottoman, Istanbul, Turki ini adalah kali keenam selama dua belas tahun terakhir mendapat perhatian dari peserta yang hadir, demikian Murniati Mukhlisin, mahasiswi S3 di University of Glasgow, Skotlandia, Inggris/Penerima Beasiswa Diktis, Kementerian Agama Republik Indonesia yang menjadi salah satu pembicara kepada Antara London, Sabtu.

Dikatakannya tema umum yang diangkat tahun ini adalah “Risk Management, Regulation and Supervision” mencakupi beberapa sub tema yaitu Basel 3 and Islamic Finance, Overarching issues in Risk Management, Regulation an Supervisio, Risk management instruments and modelling in risk analysis, Pricing and risk quantification, Factors influencing risk management in Islamic banking, Recent findings and thoughts in risk management.

DSC_2137

Para delegasi yang hadir di konferensi. (Courtesy of Murniati Mukhlisin)

Dalam konferensi Indonesia diwakili Bank Indonesia dan Sekolah Tinggi Ekonomi Islam Tazkia, Murniati Mukhlisin, kandidat doctor bidang Akuntansi Islam dari University of Glasgow, Scotland, United Kingdom, yang mewakili Tazkia membentangkan risetnya mengenai kinerja arsitektur keuangan syariah internasional dan dampaknya terhadap standardisasi laporan keuangan syariah.

Menurut Murniati Mukhlisin,, Institusi seperti zakat dan wakaf pun belum disejajarkan peranannya padahal Lembaga Keuangan Syariah (LKS) untuk itu perlu bersinergi dengan baik dan cetak biru yang memetakan semuanya serta menggambarkan perencanaan arsitektur ini ke depannya.

IMG-20140917-WA001Menurut Murniati, ada beberapa temuan mengenai institusi di bawah arsitektur keuangan syariah internasional saat ini yaitu kurangnya komunikasi, kerja sama, dan tingginya ego masing ¿ masing institusi. ¿Institusi seperti Zakat dan Wakaf pun belum disejajarkan peranannya padahal LKS perlu bersinergi dengan baik,” ujarnya.

Jika ini dibuat dan dilaksanakan, diharapkan dapat memitigasi berbagai macam resiko apalagi jika standardisasi laporan keuangan bagi lembaga keuangan syariah di dunia ini dapat segera dirampungkan, untuk dijadikan rujukan jelas bagi segenap institusi keuangan syariah yang ada¿ ujar Murniati.

Arsitektur Keuangan Syariah Indonesia (AKSI) sudah dicetuskan Direktorat Perbankan Syariah, Bank Indonesia sejak tahun 2008 yang lalu hingga saat ini masih dalam pipeline.

Seiring berjalan, saat ini Bappenas sedang mengadakan survei untuk mempelajari permasalahan yang dihadapi oleh industri keuangan syariah yang kelak akan digunakan sebagai masukan pembuatan arsitektur tersebut.

Sementara itu, Dr. Yulizar Djamaluddin Sanrego, M.Ec yang juga mewakili Tazkia mengangkat isu tentang sekuritas Repo Syariah sebagai solusi bagi manajemen likuiditas bank syariah. Menurutnya beberapa studi menunjukan bahwa sekuritas jenis ini sesuai dengan prinsip syariah, namun perlu dibuat kajian yang lebih mendetail lagi. (*/jno)

 

Sumber: http://www.antarasumbar.com/berita/nusantara/d/22/366839/antisipasi-resikonya-keuangan-syariah-jadi-perhatian.html

Discussion

Comments are closed.

Books (Free)

“Indonesia Goes to School”

Past Events Posters

%d bloggers like this: