News

Puasa 19 Jam di Musim Panas Jadi Ladang Pahala Buat Muslim di Glasgow

Jakarta – Alhamdulillah, Ramadan baru saja tiba di Glasgow, Skotlandia. Puasa di sini bertepatan dengan musim panas di mana waktu puasa lebih panjang sekitar 19 jam. Meski harus menahan haus dan lapar lebih lama namun saya dan teman-teman muslim di sini menjalaninya dengan gembira. Sebab berpuasa di musim panas memungkinkan kita mendapatkan pahala lebih banyak karena tantangannya lebih berat.

Berdasarkan keputusan ulama di Glasgow, 1 Ramadan tahun ini jatuh pada Minggu, 29 Juni. Memang sangat dekat dengan pertengahan musim panas, yaitu setiap tanggal 20 atau 21 Juni. Puasa di sini akan dilaksanakan selama 19 jam 46 menit, karena sahur berakhir pada pukul 02.27 dan Maghrib dimulai pada pukul 22.13 waktu setempat.

Waktu puasa di Glasgow sekitar 1 jam lebih lama dibanding di London karena kami sekitar 550 km lebih utara. Uniknya berpuasa di belahan bumi yang sangat utara atau sangat selatan memang soal waktu. Kami yang tinggal di utara saat ini karena bertepatan dengan musim panas maka puasanya lebih lama. Di Islandia, yang lebih utara lagi, bahkan sampai sekitar 22 jam, alias kesempatan isi amunisi cuma 2 jam. Sedangkan di belahan selatan sedang musim dingin sehingga sebaliknya, waktu puasanya lebih sebentar. Di Sydney misalnya, cuma sekitar 10 jam. Jadi, kalau teman-teman mau puasanya lebih sebentar, selama Ramadan ini silahkan jalan-jalan ke negara-negara di selatan.

Perbedaan yang sangat mencolok ini juga setali tiga uang dengan perubahan waktu salat yang juga berubah-ubah sangat ekstrim. Sebagai contoh, di puncak musim panas salat Maghrib jatuh pada pukul 22.14 (Glasgow Central Mosque Prayer Times), sedangkan di titik ekstrim lainnya, tanggal 15 Desember, salat Maghrib jatuh pada pukul 15.50.

Saya masih ingat di akhir tahun lalu ketika rentang waktu shalat Zhuhur cuma 1,5 jam saja, rasanya harus kejar-kejaran sama waktu kuliah. Sekarang, rentang waktu zhuhur justru sangat lama, 5,5 jam lebih. Justru jarak antara Maghrib ke Shubuh yang saat ini sangat dekat sehingga banyak yang lebih memilih menunggu Shubuh dibanding tidur setelah Isya, biar tidak ketiduran.

Bagaimana kah tanggapan ummat muslim tentang berpuasa di musim panas, khususnya warga Indonesia yang tinggal di Glasgow? Saya perhatikan justru lebih banyak yang mengekspresikan kegembiraannya, termasuk saya. Sepanas-panasnya musim panas di Glasgow, lebih panas lagi malam hari di Jakarta. Jadi suhu udara tidak membakar, tapi kami dapat terangnya matahari. Sejauh ini tidak ada yang saya dengar mengekspresikan ketidaksenangan, paling jauh beberapa orang yang merasa takut tidak sanggup karena baru pertama kali berpuasa 5 jam lebih lama dibanding di Indonesia dahulu.

Banyak juga yang mengekspresikan kegembiraannya karena keutamaan berpuasa di musim panas menurut Islam. Seperti yang diriwayatkan oleh Al-Baihaqi di kitab Syu’abul Iman nomor 3933 dari Qatadah, bahwa Amir bin Qais menangis saat menghadapi sakratul. Lalu ditanyakan kepadanya tentang sebab hal itu. Maka dia berkata, “Aku menangis bukan karena takut kematian atau khawatir kehilangan dunia, tapi aku menangisi zama’ul hawajir (berpuasa di musim panas) dan qiyamullail di musim dingin (yang akan aku tinggalkan).”

Masih banyak riwayat lain yang menerangkan bahwa berpuasa di musim panas bernilai lebih. Setidaknya ada 9 riwayat yang kami bahas di mailing list KIBAR (Keluarga Islam Indonesia di Britania Raya). Saya hanya mencatut satu lagi saja riwayat dari Umar bin Khattab r.a. yang telah sama-sama kita kenal. Saat menjelang kematiannya beliau berpesan kepada puteranya, Abdullah. Dia berkata, “Hendaknya engkau mewujudkan sifat-sifat keimanan.” Lalu beliau menyebutkan yang paling pertama adalah berpuasa saat panas sangat terik di musim panas.”

So, tertarik mencoba berpuasa di Inggris? Mari datang ke mari, kami sambut dengan hangat.

Oleh: Mohammad Sani*

*) Penulis adalah mahasiswa Master (S2) di University of Glasgow

Discussion

Comments are closed.

Books (Free)

“Indonesia Goes to School”

Past Events Posters

%d bloggers like this: