News

Pelajar Gelar “Indonesian Cultural Day” di Skotlandia

London, (Antara Sumbar) – Para pelajar Indonesia yang tengah menuntut ilmu di Skotlandia dan tergabung dalam PPI Glagow mengelar acara “Indonesian Cultural Day (ICD)” Glasgow bekerja sama dengan University of Stratclyde.

ICD yang digelar di Student Union, University of Stratclyde , Glasgow setelah PPI Glasgow memenangkan kompetisi Commonwealth Culture Competition yang diadakan University of Stratclyde, kata Humas PPI Glasgow, Siwi Wijayanti kepada Antara London, Jumat.

Dalam acara Indonesian Cultural Day (ICD) Glasgow ditampilkan kesenian dan budaya seperti tari tarian,peragaan busana tradisional berbagai daerah, pameran photo objek wisata dan budaya di Indonesia, permainan tradisional serta sajian kuliner.

ICD 2014-33

Pertunjukan tari Saman oleh mahasiswa Indonesia di Glasgow. (Courtesy of PPI Glasgow)

Pembawa acara Desy Farhanny dan Anjar Priyono membuka acara dengan memberikan gambaran mengenai acara dilanjutkan dengan sambutan ketua panitia, Graha Yudha Pratama dan wakil dari KBRI London yang disampaikan Minister Counsellor Dino Kusnadi .

Setelah itu ditampilkan video mengenai pendapat orang asing tentang Indonesia di mata mereka . Beberapa diantaranya sudah mengenal Indonesia, ada pula yang belum tahu sama sekali. Pada saat melafalkan kalimat  “Aku Cinta Indonesia” terdengar lucu dan menyisakan rasa haru.

Minister Counsellor , Dino Kusnadi menyampaikan apresiasinya kepada mahasiswa Indonesia yang ada di Skotlandia.¿Mahasiswa Indonesia adalah duta bangsa yang juga dapat mempromosikan budaya Indonesia, salah satunya melalui kegiatan Indonesia Cultural Day.

Acara Indonesian Cultural Day yang dihadiri oleh penonton yang sebagian besar warga negara asing, dan tidak hanya sebagai penonton, tetapi juga berpartisipasi dalam acara sebagai model peragaan busana daerah.

Hal ini sangat positif karena warga negara asing tersebut dapat mempelajari secara aktif budaya Indonesia, ujarnya.

Penampilan kesenian Indonesia berupa Tari Lenggang Nyai asal Betawi yang dibawakan Nurul Julfi Rayani, Cut Emma Aklima dan Rizky Amalia Nainggolan yang berhasil menghibur lebih dari 200 penonton dari berbagai bangsa yang tengah menuntut ilmu di Skotlandia.

Selain tarian, Panitia ICD mengajak pengunjung mencoba permainan tradisional Indonesia seperti adu kelereng dan lomba memasukkan pensil dalam botol yang berlangsung meriah dengan sorak sorai pengunjung yang memberikan dukungan pada volunteer yang maju ke panggung.

Hadiah berupa souvenir khas Indonesia diberikan kepada pengunjung yang memenangkan permainan yang sering digelar pada saat acara 17 an memperingati Hari Kemerdekaan.

ICD 2014-26

Permainan tradisional yang dilombakan saat acara. (Courtesy of PPI Glasgow)

Usai acara permainan anak-anak khas Indonesia, pengunjung kembali dihibur dengan tarian Serampang duabelas asal Sumatera Utara yang dibawakan secara apik oleh Nor Prasetya, Siwi Wijayanti, Mona Nabhan, A.Munir, Auditya Brilliant dan Nurul Julfi R.

Sambil menikmati kuliner Indonesia berupa jajanan pasar khas nusantara seperti lemper, wingko babat, bakwan, katirisala, agar-agar labu kuning, kue lumpur, serta minuman wedang jahe dan kelapa muda selasih, pengunjung menyaksikan pameran menampilkan foto objek wisata dan budaya di Indonesia.

Selain itu juga tersedia Photo Booth dimana setiap pengunjung yang ingin berphoto dengan mengunakan busana tradisional Indonesia dengan backdrop yang telah disiapkan panitia .

Tidak kalah heboh pertunjukkan Medley lagu-lagu tradisional Indonesia seperti kicir-kicir, cublak-cublak suweng dan ramko rambe yamko yang mengiringi fashion show International Student yang berlenggak lenggok di atas panggung mengenakan pakaian tradisional Indonesia.

Pengunjung pun heboh karena kelucuan-kelucuan yang terjadi di atas panggung saat mahasiswa Internasional dari berbagai negara itu bergaya dengan kostum Indonesia. Dan nampak sekali para mahasiswa Internasional itupun sangat antusias untuk berpartisipasi memeriahkan acara ini.

Usai peragaan busana tradisional ditampilkan tarian Bali yang dibawakan Lini Wilson, alumni Glasgow Caledonian University yang menikah dengan orang Glasgow dilanjutkan dengan penampilan tim tari Saman asal Aceh.

Gemuruh tepuk tangan terdengar dari bangku pengunjung menunjukkan apresiasi yang tinggi untuk para penari yang begitu cekatan membawakan tarian yang membutuhkan kekompakan dan kecepatan ini.

Acara ini ditutup dengan lagu penutup “Merah Putih” yang menghadirkan seluruh performer pada acara ini. Syair lagu ini terasa begitu haru terdengar membahana di Gedung Student Union University of Stratclyde, dihiasi dengan kibaran sang saka merah putih di atas panggung.

Perwakilan dari Stratclyde terkesan dengan acara ICD yang diadakan bekerjasama dengan University of Stratcylde, “It’s really beautiful, it’s very nice to see the culture of Indonesia. I really enjoy the food, the songs, and the dance. It¿s really beautiful, ” dan berharap acara serupa bisa digelar lagi tahun depan, demikian Siwi Wijayanti.

Galeri foto: ICD 2014 by PPI Glasgow

Sumber: www.antarasumbar.com/berita/internasional/d/21/342755/pelajar-gelar-indonesia-cultural-day-di-skotlandia.html

Discussion

Comments are closed.

Books (Free)

“Indonesia Goes to School”

Past Events Posters

%d bloggers like this: