News

Sajojo dan Jaipong Pikat Penonton York

Para pelajar dan warga Indonesia di York menampilkan Sajojo di hadapan penonton York. (Courtesy of Chris Marriott)

London, (Antara Sumbar) – Tarian Sajojo dari Papua dan Yapong dari DKI Jakarta yang ditampilkan pelajar Indonesia di University of York berhasil memikat penonton dalam Cultural Performance “Global Week” 2014 yang diadakan di York, Inggris.

Perhimpunan Pelajar Indonesia di United Kingdom (PPI UK) cabang York menampilkan kompilasi tarian daerah dalam kegiatan ”Cultural Performance” yang diadakan International Student Association (ISA) University of York.

Ketua PPI York, Suandi, kepada Antara London, Senin mengatakan seperti tahun lalu, penampilan dari PPI York mendapatkan sambutan yang hangat dari hampir 300 penonton yang berasal dari berbagai negara. Termasuk Atase Pendidikan KBRI London, Fauzi Soelaiman, Sekretaris 1 Pensosbud Heni Hamida dan Fadjar Tjahjanto, Fungsi Politik yang ikut menyemangati penari dari PPI York.

Fauzi Soelaiman mengatakan KBRI selalu memberikan mendukung karena selain dapat mempromosikan Indonesia di kalangan luar, kegiatan seperti ini juga dapat menaikkan rasa nasionalisme para pelajar.

Para pelajar mungkin belum pernah menari tarian Indonesia sebelumnya. Tetapi saat sekolah di luar negeri, biasanya rasa nasionalisme mereka tumbuh sehingga mampu mempersembahkan tarian untuk para penonton dari berbagai negara, ujarnya.

KBRI mengharapkan setiap cabang PPI dapat melakukan hal ini tidak saja di lingkungan universitas, tetapi di setiap kota dimana mereka berada bergabung di festival-festival kota sambil mempersembahkan tarian maupun masakan Indonesia.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan dalam program Global Week, acara yang diadakan di Central Hall kampus menampilkan seni dan budaya dari 12 bangsa, termasuk Indonesia.
Para pelajar yang tergabung dalam ”Indonesian Society”, diantaranya mahasiswa dari jenjang S1 sampai S3 menampilkan kompilasi tiga tarian khas Indonesia, yaitu tari Piring dari Sumatera Barat, tari Yapong dari DKI Jakarta, dan Sajojo dari Papua.

Penampilan yang dikemas dalam gerak, musik, dan tayangan visual yang seolah-olah membawa penonton menjelajahi nusantara khususnya ke tiga daerah asal tarian dan sebagai tarian penutup untuk mencairkan suasana, penari juga menampilkan musik dangdut termasuk Goyang Kaisar.

Suandi mengatakan banyak yang memberikan komentar bahwa mereka tidak begitu mengenal Indonesia namun menjadi paham kalau Indonesia adalah negara kepulauan dan mereka juga kagum dengan keberagaman budayanya. Bahkan penonton ada yang berasal dari Somalia, Nigeria, dan Colombia yang tidak menyangka orang Indonesia ada yang berkulit gelap.

Menurut Yura Gultom, mahasiswi tahun pertama jurusan Psikologi yang turut tampil membawakan tarian Japong dan Sajojo, kesempatan seperti ini adalah wahana tepat bagi anak muda Indonesia seperti dirinya untuk lebih mencintai budaya Indonesia sekaligus memperkenalkan kebudayaan tersebut kepada dunia.

Selain itu Telviani Safitri, mahasiswi S3 di bidang Human Resource Management yang turut membawakan tari Piring dan Sajojo mengatakan menampilkan budaya Indonesia juga secara langsung dapat mempererat tali persaudaraan antara sesama mahasiswa/i Indonesia yang jauh dari tanah air karena belajar di negara lain.

Diharapkannya orang asing dapat mengenal Indonesia dan berkunjung ke Indonesia sehingga dapat menaikkan devisa negara, demikian Fauzi Soelaiman. (*/sun)

Galeri foto: PPI York Cultural Performance 2014

Rekaman: [Video] PPI York Cultural Performance 2014

Sumber: http://www.antarasumbar.com/berita/internasional/d/21/335432/sajojo-dan-japong-pikat-penonton-york.html

Discussion

Comments are closed.

Books (Free)

“Indonesia Goes to School”

Past Events Posters

%d bloggers like this: