News

Mendikbud Berdialog dengan PPI Inggris

Mendikbud di KBRI

Saat bertemu dengan staff KBRI dan perwakilan dari PPIUK.

London, Inggris — Dalam kunjungan kerjanya di London, Inggris, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh berdialog dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di KBRI London, Minggu, 19 Januari 2014. Pertemuan ini juga dihadiri oleh masyarakat Indonesia di London dan sekitarnya.

Dalam penjelasannya, Mendikbud mengemukakan tiga penyakit sosial yang membebani bangsa Indonesia, yaitu kemiskinan, kekurangan pengetahuan, dan ketertinggalan peradaban. “Dari sudut pandang pendidikan, ketiga penyakit sosial ini bisa diatasi dengan pendidikan,” ujarnya.

Untuk itulah Kemdikbud memberikan beasiswa Bidikmisi kepada lulusan SMA/sederajat dari keluarga tidak mampu dengan prestasi akademik yang memadai. “Banyak bukti yang menunjukkan orang sukses dan kaya sekarang, dulunya mereka adalah miskin. Karena mereka terus sekolah hingga perguruan tinggi, maka terputuslah mata rantai kemiskinannya.”

Menurut Mendikbud, hingga semester kedua tahun 2014 sudah ada 150 ribu lebih peserta bidikmisi. Di antara mereka ada yang indeks prestasi kumulatifnya mencapai 4. “Untuk mereka yang IPK nya bagus, dapat melanjutkan bidikmisinya hingga S2 dan S3 baik di dalam negeri maupun luar negeri” kata Menteri Nuh.

Menanggapi pertanyaan peserta mengapa biaya pendidikan di Indonesia mahal, Mendikbud menjelaskan bahwa bantuan operasional bukan hanya untuk SD, SMP, dan SMA dalam bentuk BOS, tetapi juga untuk perguruan tinggi dalam bentuk BOPTN.

Untuk pertanyaan mengenai peranan Kemdikbud di daerah bencana seperti Sinabung, Menteri Nuh mengatakan yang dilakukannya antara lain adalah memberi beasiswa. Bantuan yang dilakukan kementerian prinsipnya sesuai dengan tugas dan fungsi Kemdikbud.

Bagimana menjamin keberlanjutan program Kemdikbud seperti Kurikulum 2013 padahal pemerintahan akan segera berganti? Kemdikbud menjaganya dari tiga aspek, yaitu rasionalitasnya, anggarannya, dan membangun dukungan publik.

Aspek pembentukan sikap dalam kurikulum juga disoroti oleh peserta dialog. Dijelaskan oleh Mendikbud, pada dasarnya semua mata pelajaran dapat membentuk karakter peserta didik. Lagi pula pendekatan yang ditempuh dalam penyusunan Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar adalah keutuhan antara sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

Masalah beasiswa juga menjadi sorotan terutama ketika studi sedang berlangsung, namun biayanya kurang. Untuk ini, Mendikbud bukan hanya memberi solusi bagi mahasiswa di Inggris, tetapi juga di Rusia, Iran, dan Yaman. (Ibnu Hamad)

Rekaman: [Video] Dialog PPIUK dengan Mendikbud

Sumber: http://www.kemdikbud.go.id/kemdikbud/berita/2033

Discussion

Comments are closed.

Books (Free)

“Indonesia Goes to School”

Past Events Posters

%d bloggers like this: