News

Makna Penting Kunjungan Delegasi RI ke Inggris

Minggu, 4 November 2012

London (ANTARA News) – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara Hj Ani Bambang Yudhoyono beserta rombongan meninggalkan Inggris untuk meneruskan kunjungannya ke Vientiane, ibukota Laos, Sabtu pagi dengan mengunakan pesawat khusus kepresidenan A330-300 milik Garuda yang lepas landas dari Bandar Udara Internasional Heathrow, London, sekitar pukul 11.10. waktu setempat.

Dutabesar RI untuk Kerajaan Inggris Raya dan Ny Lastry Thayeb serta Atase Pertahanan KBRI London serta dari pihak Inggris melepas keberangkatan Presiden SBY setelah mengakhiri kunjungan kenegaraannya di London selama lima hari di Inggris, demikian Pensosbud KBRI London Heni Hamida kepada ANTARA London, Sabtu.

Selama di Inggris, Presiden SBY menjadi tamu Ratu Elizabeth II, dan tinggal di Istana Buckingham dan melakukan pertemuan bilateral dengan PM David Cameron serta menghadiri pertemuan ketua bersama High Level Panel on Post 2015 Development Agenda. Selain itu, Presiden juga bertemu Ketua Partai Liberal Demokrat Nick Clegg dan pemimpin oposisi Ed Miliband.

Selama kunjungan kenegaraan di London, Presiden SBY juga menyampaikan pidato di beberapa forum, termasuk di hadapan All-Party Parliamentary Group on Indonesia, Royal College for Defence Studies, dan Pidato Tahunan Wilton Park.

Dalam keterangan persnya di Hotel Grosvernor House, London, Sabtu pagi, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjelaskan setidaknya ada lima hal penting dalam kunjungan kenegaraan ke Inggris.

Pers Conference Presiden dan delegasi RI di Hotel Grosvenor House setelah kunjungan kenegaraan ke Inggris sebelum bertolak ke Laos, Sabtu (03/11/2012).

Dikatakannya pertama, kunjungan ini memiliki nilai strategis, setelah 33 tahun, baru kali ini Ratu Elizabeth II mengundang presiden Indonesia. “Ini merupakan bentuk dukungan penuh terhadap peningkatan hubungan bilateral Indonesia-Inggris,” kata Presiden SBY.

Keuntungan kedua, manfaat dari sisi ekonomi. Ekspor mengalami penurunan akibat dampak krisis di Uni Eropa. Ini akan mengancam target pertumbuhan ekonomi kita. “Oleh karena itu kita harus mencari komponen penting lainnya untuk menjaga pertumbuhan, yakni investasi,” Presiden menjelaskan.

Ketiga, dalam kunjungan kenegaraan ini juga dibahas kerja sama pendidikan. Pembangunan sumber daya manusia penting untuk menghadapi persaingan global di masa depan. Inggris dikenal memiliki perguruan tinggi dengan reputasi mendunia.

Sementara keempat, transfer teknologi dan pengembangan industri pertahanan. Dalam kunjungan ini disepakati kerja sama pengembangan industri militer dengan Inggris.

Kelima, kerja sama lingkungan dan perubahan iklim. Dalam pertemuan dengan Prince of Wales, Pangeran Charles, dibicarakan kontribusi Inggris dalam implementasi REDD+ (Reduction on Emission and Deforestration Degradation) senilai 1 miliar dolar AS tersebut.

“Pembicaraan dengan Pangeran Charles ini sangat detail dan nyata,” ujar SBY. “Inggris ingin menjadi bagian dari kerja sama Indonesia-Norwegia dalam konteks REDD+ ini,” ujar SBY.

Dikatakannya dalam kunjungan ini juga dibahas kerja sama pengembangan mobil murah dan ramah lingkungan atau low cost green car.

Selama di Inggris, Presiden SBY bertemu dengan banyak pihak, termasuk dengan pemimpin oposisi, dan anggota parlemen dari berbagai partai. Dengan para tokoh politik ini, Presiden menyinggung juga soal isu Papua.

“Agar mereka tidak melihat seolah-olah kita masih seperti 20 atau 30 tahun lalu,” Presiden SBY menegaskan.

Setelah memberikan keterangan pers ini, Presiden SBY dan Ibu Negara Hj Ani Bambang Yudhoyono beserta rombongan langsung menuju Bandara Internasional Heathrow untuk bertolak ke Laos. Presiden akan tiba di Laos pada Minggu pagi, dengan transit terlebih dahulu di Dubai, Uni Emirat Arab.

Diperkirakan Presiden dan Ibu Negara akan tiba di Vientiane pada Minggu waktu setempat untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi ke-9 Asia-Europe Meeting (Asem) dan bertemu Presiden Choummaly Sayasone.

Menyertai Presiden dalam kunjungan ini, antara lain, Menlu Marty Natalegawa, Mensesneg Sudi Silalahi, Menhan Purnomo Yusgiantoro, Mendag Gita Wirjawan, Menteri ESDM Jero Wacik, Mendiknas M Nuh, dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu. Turut pula Ketua DPR Marzuki Alie, Ketua DPD Irman Gusman, dan Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chairul Tanjung. (MO41/ZG)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2012

Sumber:
http://www.antaranews.com/berita/341950/presiden-sby-dan-rombongan-tinggalkan-london-menuju-laos
http://www.presidenri.go.id/index.php/fokus/2012/11/04/8456.html

Discussion

Comments are closed.

Books (Free)

“Indonesia Goes to School”

Past Events Posters