News

Gamelan Cardiff Prom: Budaya Jawa dan Wales menyatu

Cardiff (Kantor Atdik London) – Acara tahunan Gamelan Cardiff Prom berlangsung di St David’s Hall Cardiff, Wales, Minggu (22/07). Enam puluh kursi yang disediakan penyelenggara, habis dipadati pengunjung yang utamanya berasal dari berbagai kota di Wales.

Gamelan Cardiff adalah grup musik gamelan beraliran Jawa berawak sekitar 15 orang dan mayoritas anggota adalah penduduk asli setempat, Wales . “Gamelan Cardiff dimulai sejak tahun 1998,” ujar Helen Woods, ketua grup sekaligus komposer musik.

Jika tahun lalu Gamelan Cardiff  Prom menyajikan lebih banyak tembang khas Jawa, tahun ini berbeda. Tembang khas Jawa hanya ditampilkan di awal pertunjukan dengan sajian ‘Mugi Rahayu’. Kemudian, komposisi gending jenis Ladrang mengiringi tembang besutan Gamelan Cardiff bertajuk ‘Clear River’, lalu alunan komposisi Ketawang dipadu dalam alunan lagu daerah Wales berjudul ‘Lisalan’. Tak heran, penonton tak henti-hentinya bertepuk tangan.

“Iringan kontemporer Wales dalam gamelan Jawa, sungguh membanggakan,” ujar Elly Mills, salah satu penonton setia yang sudah 4 tahun terakhir menikmati gamelan di Wales, negara bagian Inggris berpenduduk 3 juta jiwa ini.

Acara ditutup dengan paduan gamelan dan cerita saduran David Woods, terinspirasi cerita rakyat Wales yang diberi judul ‘Elemental’. Disini, alunan gamelan diiringi cerita berdurasi sekitar 1 jam mendongengkan perjalanan seorang putri. ‘Elemental’ pertama kali dibawakan Gamelan Cardiff dalam mega acara ‘Cultural Olympiad’ di Wales yang merupakan rangkaian festival menyambut Olimpiade 2012 London.

Tidak berhenti di pertunjukan, “kami juga memperkenalkan gamelan untuk anak sejak usia dini dalam program ‘Gamelan Gang’, sampai dengan program workshop yang cocok untuk mahasiswa,” ujar Rhian Workman, salah satu pemusik Gamelan Cardiff yang juga mengatakan ” sangat puas belajar, memainkan dan mengajarkan gamelan sampai ke sekolah-sekolah,  tidak luput sekolah luar biasa, apalagi selama ini kami mendapat sambutan positif,” tambahnya.

Gamelan Cardiff diawali dari hadirnya Halle Gamelan kelompok dari Manchester Orchestra yang singgah di Wales 15 tahun lalu. Helen belajar langsung dari Maria Mendonza, tokoh di Halle Gamelan. Tidak hanya dari sini, salah satu kolega Helen pendiri Gamelan Cardiff, Betty Griffith bahkan sempat terbang ke Jogjakarta untuk mengamati gamelan di sana. Kemudian, alat instrumen gamelan asli dari Indonesia pengadaannya didukung oleh St David’s Hall and New Theatre Trust (sekarang Arts Active Trust), Cardiff.

“Upaya pelestarian budaya Indonesia oleh grup musik di mancanegara seperti Gamelan Cardiff merupakan hal unik yang patut kita dukung,” seperti yang disampaikan perwakilan KBRI London, T. A. Fauzi Soelaiman selaku Atase Pendidikan dan Kebudayaan.

Reportase : M. Fauzan Adziman

Discussion

Comments are closed.

Books (Free)

“Indonesia Goes to School”

Past Events Posters

%d bloggers like this: