News

Jaipong hibur “The Multicultural Mela Cardiff”

Cardiff (Kantor Atdik London) – Kehadiran tarian Indonesia di pagelaran terbesar budaya asing ‘The Multicultural Mela’ pada hari Minggu (15/07) di The Oval Basin, Cardiff Bay, Wales, sangat memukau penonton.

Kegiatan perkenalan budaya terbesar di kota Cardiff, ibukota Wales, tidak ubahnya seperti tahun-tahun sebelumnya, yang pernah menyedot setidaknya 30 ribu orang pengunjung, tahun ini juga sangat ramai. “Ini merupakan kegiatan summer festival pengenalan budaya asing terbesar di kota Cardiff, Wales. Saya selalu datang tiap tahun”, jelas Mamiek Hooper, pengunjung yang juga masyarakat Indonesia yang tinggal di Wales, datang sekeluarga bersama putrinya, Farah, dan suaminya, John.

Pagelaran ini diselenggarakan oleh panitia yang terbentuk secara sukarela dan tergabung dalam kepanitiaan nirlaba, Mela Organiser. Sebagian dari dana kegiatan disponsori oleh Cardiff City Council dan Arts Council, Wales. Mela sendiri berasal dari bahasa Sanskrit yang berarti berkumpul atau bertemu.

Dominasi pengenalan budaya dibawakan oleh penampilan budaya Asia Selatan. Untuk budaya Asia Tenggara, Indonesia mewakili dengan Tari Jaipong yang dibawakan penari yang juga masyarakat Indonesia yang tinggal di Wales, Fea du Feumeilya. Dengungan degung sunda memecah hiruk pikuk pengunjung, membawa pengunjung ikut berjoget dan berkali kali terdengar tepuk tangan meriah.

Dukungan penuh KBRI London pun terlihat dengan kehadiran Atase Pendidikan dan Kebudayaan London, T. A. Fauzi Soelaiman di acara ini. “Perkenalan budaya Indonesia ini mari kita terus kembangkan ke tahun-tahun selanjutnya” ujarnya, menegaskan pentingnya kehadiran perkenalan budaya Indonesia di acara budaya terbesar di Wales, negara bagian Inggris Raya yang berpenduduk 3 juta jiwa.

Acara puncak ditutup dengan kehadiran Imran Khan, penyanyi khas Punjabi bertaraf internasional yang pada tahun 2007 albumnya menembus hits no.1 di tangga lagu Asia yang disiarkan radio dan televisi di Inggris Raya. Tidak hanya pagelaran budaya, kegiatan ini juga menghadirkan ‘stand’ makanan dan juga pengenalan budaya melalui workshop.

Reportase : M. Fauzan Adziman

Discussion

Comments are closed.

Books (Free)

“Indonesia Goes to School”

Past Events Posters