News

Belajar Awasi Keuangan, DPR Pergi ke Inggris dan Belanda

Merdeka.com – Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) merupakan alat kelengkapan untuk penguatan dan pengefektifan kelembagaan DPR RI. Fungi BAKN adalah untuk menindaklanjuti laporan hasil pemeriksaan BPK RI dalam hal pengawasan penggunaan keuangan negara secara transparansi dan akuntabilitas.

Anggota BAKN dari Fraksi PDIP, Eva Kusuma Sundari mengatakan, setelah tertunda lebih setahun, BAKN kembali merealisasikan rencana kunjungan ke Public Account Committee (PAC) Parlemen Inggris dan Belanda pada tanggal 16-23 Mei 2012.

“Delegasi BAKN dipimpin oleh Ketua BAKN, Dr Sumarjati Arjoso dari Gerindra dan diikuti 4 anggota BAKN, diantaranya Yahya Sacawirya (PD), Kamarudin Syam (PG), Nur Yasin (PKB) dan saya sendiri dari PDIP,” kata Eva K Sundari kepada merdeka.com, Jakarta, Rabu, (16/5).

“Turut dalam kunjungan ini adalah Wakil Ketua BPK Hasan Bisri, serta Eddy RS Tenaga Ahli, Eko Riswanto Sekretaris BAKN dan Heru dari AJI,” tambahnya.

Menurut Eva, acara kunjungan ini selama enam hari kerja. Delegasi BAKN akan menemui para anggota parlemen yang tergabung di PAC, Komisi Keuangan dan pejabat-pejabat BPK di dua negara.

“Format kegiatan akan berupa diskusi mendalam sesuai tema-tema spesifik yang sudah disiapkan dan sudah diterima oleh masing-masing pihak,” papar Eva.

“Tujuan utama kunjungan BAKN adalah peningkatan kapasitas kelembagaan sesuai tupoksi BAKN mengingat usia BAKN yang masih 2 tahun. Sehingga, BAKN akan sekaligus mengolah hasil pembelajaran ke dalam kertas kerja BAKN untuk revisi UU MD3. Scope diskusi-diskusi BAKN berdasar best practices di Belanda dan Inggris akan meliputi aspek sistem, prosedur, teknik, ketrampilan dan praktek-praktek untuk diimplementasikan di DPR. BAKN juga berharap agar kunjungan akan dapat membuka peluang bagi kerjasama BAKN dgn PAC kedua negara,” tambahnya.

Eva juga menegaskan, tenaga ahli dan staf Program Representasi akan membuat beberapa laporan semuanya, seluruh diskusi, tulisan khusus tentang model pengawasan DPR di bidang keuangan yang transparan, akuntabel dan efektif. Selain itu, seluruh aktivitas kunjungan akan ditulis dalam laporan yang diharapkan akan menghasilkan beberapa tulisan yang dipublikasikan di media.

“Sedangkan pembiayaan kunjungan ini ditanggung oleh ProRep-USAID sebagai salah satu kegiatan yang menjadi bagian program kerjasama BAKN-USAID,” tandasnya.

[ian]

Sumber: http://www.merdeka.com/politik/belajar-awasi-keuangan-dpr-pergi-ke-inggris-dan-belanda.html

Discussion

Comments are closed.

Books (Free)

“Indonesia Goes to School”

Past Events Posters