News

Gamelan Gathering dan Wayang Kulit Semalam Suntuk, University of York

Minggu, 29 April 2012

LONDON, KOMPAS.com – Lebih dari 200 seniman dari 30 kelompok musik gamelan di Inggris berkumpul dalam acara Gamelan Gathering memperingati 30 tahun keberadaan gamelan Sekar Petak di Universitas York, Inggris, empat jam perjalanan dari London, Sabtu (28/4/2012) malam.

Dalam acara Gamelan Gathering selain digelar diskusi dan seminar mengenai gamelan juga diadakan pertunjukan wayang semalam suntuk dengan dalang bule Ki Matthew Cohen di Gedung Roger Kirk, Universitas York, Inggris.

“Tidak ada persiapan khusus dalam pagelaran wayang malam ini,” ujar dalang Bule Ki Matthew Cohen sebelum tampil membawakan lakon Lokananta, atau Gamelan Playerless.

Pertunjukan wayang kulit semalam suntuk memadukan berbagai alat musik seperti alat musik dari skotlandia bagpipe, Irlandia, drum, trompet dan musik keroncong memukau sekitar 500 penonton termasuk Duta Besar RI untuk Kerajaan Inggris Raya Hamzah Thayeb dan Ny Lastry Hamzah Thayeb serta Atase Pendidikan KBRI London Fauzi Soelaiman dan istri.

“Pertunjukan wayang di York malam ini merupakan sebuah kesempatan langka dan menjadi bukti akan rasa kedekatan antarmasyarakat kedua negara,” ujar Dubes Hamzah Thayeb.

Menurut Dubes, melalui berbagai aktivitas, konser dan pagelaran yang dilakukan, para pemusik dan penggemar gamelan di Inggris ikut membantu mempromosikan budaya Indonesia kepada masyarakat umum di Inggris.

Sementara itu Deputi Vice Chancellor and Pro Vice Chancellor for Student Universitas York Dr Jane Grenvile mengatakan Universitas York merupakan institusi di Inggris yang pertama kali memiliki gamelan Jawa.

Banyak pemain gamelan professional, guru, maupun komposer mengawali karirnya di bidang musik gamelan setelah mendapat pendidikan di York sebelum membuat grup di berbagai negara, ujarnya.

Sementara itu Neil Sorrell yang pertama kalinya memperkenalkan gamelan di Universitas York mengatakan bahwa musik gamelan ada di York pertama kalinya sejak tahun 1982. Diakuinya musik gamelan itu unik dan sangat spesial, dan mudah dipelajari. Selain itu dalam gamelan semua pemain mempunyai kedudukan yang sama dan mudah diterima. Musik gamelan mempunyai suara yang sangat menentramkan selain itu gamelan tampak sangat indah.

Ki Matthew Cohen, Staf pengajar di Departemen Drama dan Teater Universitas Royal Holloway London menggelar wayang kulit dengan sutradara John Pawson serta penari Ni Made Pujawati dibantu sinden Esther Danmeri dengan bintang tamu Aloysius Suwardi dari Solo menampilkan wayang dengan mengunakan bahasa Inggris.

Sumber :
ANT
Editor :
Tri Wahono

Discussion

Comments are closed.

Books (Free)

“Indonesia Goes to School”

Past Events Posters