News

Pameran Hajj di British Museum, London

Senin, 12 Maret 2012

ANTARAJAWABARAT.com – Sayup sayup terdengar suara azan bergema di ruang pameran gedung megah British Museum, London yang tengah mengelar pameran “Hajj Journey to The Heart of Islam”,walaupun hanya terbatas selama tiga bulan hingga April mendatang namun suasana ini merupakan sesuatu menakjubkan diluar kebiasaan.

British Museum, yang didirikan pada 1753, merupakan museum publik nasional pertama di dunia itu untuk pertama kalinya mengelar pameran tentang tradisi ibadah haji ke Mekah dan berbagai kegiatan lainnya seperti diskusi dan seminar.

Bagi banyak kalangan non-Muslim khususnya di Kerajaan Inggris ritual ibadah haji merupakan suatu misteri, karena tidak banyak yang tahu apa sebenarnya ibadah ini dan apa pentingnya bagi umat Islam.

Kepala, Kurator untuk Bahasa Indonesia dan Melayu di departemen Selatan dan Tenggara bagian Asia di British Library di London, Dr Annabel Teh Gallop kepada ANTARA London, akhir pekan mengatakan untuk pertama kalinya pameran tentang kesenian Islam khususnya mengenai haji digelar di British Museum.

“Sangat luar biasa,” ujar anggota dewan Editorial jurnal ‘Indonesia dan Dunia Melayu’, berbasis di SOAS, Universitas London.

Menurut Annabel, dalam pameran tentang haji itu, peranan Asia Tenggara dianggap sejajar dan sederajat dengan dengan kebudayaan Islam dari negara lainnya di Eropa dan Timur Tengah.

Diakuinya dalam pameran haji yang digelar untuk pertama kalinya di Inggris juga dipamerkannya mengenai perkembangan Islam di Indonesia seperti Peta dari Aceh, buku dari Malaysia, sertifikat dari Jambi, serta buku harian Raja Bone tentang keberangkatan seorang warganya menunaikan ibadah haji abad ke-18.

Menurut Anabell, pamerannya sangat beragam dan seimbang diantara keberadaan seluruh umat Islam di dunia khususnya dalam melaksanakan rukun Islam kelima menunaikan ibadah haji ke tanah suci.

“Benar-benar sangat menarik sekali dan seimbang dengan porsi yang sama ,” ujarnya menambahkan bahwa membuat pameran mengenai haji merupakan suatu tugas yang sangat berat dan banyak yang harus dipertimbangkan.

Biasanya suatu pameran yang digelar di British Museum selalu dikaitkan dengan berbagai benda-benda seni yang indah, “indah,” ujarnya lagi dan biasanya orang datang ingin meliat benda-benda seni peninggalan zaman dahulu kala.

Tetapi pameran haji kali ini bukan sekedar pameran barang seni tetapi merupakan suatu pengalaman jiwa dan agama, ujarnya.

¿Saya rasa pameran haji sangat berhasil dalam menyampaikan inti atau apa artinya pelaksanaan haji oleh seluruh umat Islam di dunia,¿ ujar Annabel menambahkan ini merupakan suatu pesan yang ingin disampaikan dalam pameran terutama bagi masyarakat Inggris yang bukan beragama Islam.

Begitupun bagi umat Islam , meskipun mereka sudah tahu mengenai pelaksanaan haji tetapi juga pengetahuan yang sangat berharga dan mengetahui dari berbagai bangsa yang pergi menunaikan ibadah haji.

Dalam pameran tersebut juga dipamerkan peta dan jumlah umat Islam yang menunaikan ibadah haji dari tiap tiap negara.

Menurut Annabel, bagi orang Inggris sesuatu yang baru dan orang Inggris cukup terbuka terbukti banyak juga yang datang ingin mengetahu mengenai pelaksanaan ibadah haji di tanah suci dan penjelasannya juga cukup sederhana dan mudah dimengerti

Bahkan Pangeran Charles sendiri juga hadir dalam acara pembukaan, ujarnya dan ia berharap pameran haji tersebut bisa bermanfaat. “Mudah2 an ada manfaatnya,” ujar Dr Annabel, dosen bahasa Indonesia dan Jawa di London School Universitas Studi Oriental dan Afrika.

Luar biasa

Sementara itu Sir Iqbal Sacranie OBE FFA dari Muslim Aid secara terpisah mengatakan pihaknya diminta British Museum untuk membantu sebagai supevisor dalam pameran haji .

“Sesuatu yang luar biasa,” “Its remakable,” ujar Sir Iqbal yang hadir dalam acara perkenalan Dubes yang baru untuk Kerajaan Inggris Hamzah Thayeb.

Dikatakannya pameran Haji ini sangat unik yang menampilkan sejarah perjalanan haji dan berbagai ragam dan macam benda-benda yang berhubungan dengan pelaksanaan haji.

Barang barang yang dipamerin merupakan bagian sejarah masa lalu dan juga masa kini dari pelaksanaan haji dan barang yang ada kaitannya dengan ibadah haji dari berbagai negara dengan berbagai budaya dan latar belakang. Dalam pameran haji ini juga dipamerkan Al Quran yang tua dan juga kain penutup Kabah.

Diakuinya dengan digelarnya pameran haji untuk pertama kalinya berhasil menampilkan citra positif dari Umat Islam dan pengunjung banyak dari masyarakat Inggris yang datang menyaksikan pameran.

“Kita sebagai umat Islam sangat menghargai kesediaan dari British Museum mengelar pameran haji di tempat yang sangat pretisius,” ujarnya.

Disadari bahwa pelaksanaan haji merupakan suatu aspek budaya yang perlu juga perlu diketahui oleh masyarakat Inggris.

Apa yang dilakukan umat Islam saat menunaikan ibadah haji dan kenapa pelaksanaan haji begitu pentingnya bagi umat Islam, kenapa mereka berbondong bondong melakukan perjalanan ke Masjidil Haram .

Apa saja yang dilakukan selama pelaksanaan haji dan setelah mereka kembali akan menjadi orang yang lebih baik. “Hal-hal yang seperti itu yang perlu diketahui oleh masyarakat Inggris,” ujarnya.

Sementara itu Atase Pendidikan KBRI London TA.Fauzi Soelaiman secara terisah mengatakan pameran ini sangat baik untuk dilihat dan akan membuat kangen bagi yang pernah melaksanakan ibadah haji karena dikumandangkan adzan dan bacaan Labaik Allahumalabaik saat masuk ke dalam ruang pameran.

Dikatakannya pameran ini sangat berharga bagi masyarakat UK dan bagi non muslim pada umumnya karena mereka tidak akan pernah bisa melihat dari dekat kain Kaabah dan ritual ini karena Makkah dan Madinah tertutup bagi non muslim.

Bahkan untuk warga Saudi yang ditemui Fauzi Soelaiman saat pembukaan mengatakan bahwa mereka sendiri baru sekali ini dapat melihat koleksi Kaabah yang sebelumnya tertutup dari khalayak ramai.

Tutup kaabah yang sudah berumur puluhan tahun ikut dipamerkan dalam pameran ini bersama benda ¿benda bersejarah lainnya.

Hanya saja Fauzi Soleiman menyayangkan informasi tentang haji dari Indonesia, sebagai peserta haji terbanyak di seluruh dunia, sangat minim sekali. Seharusnya informasi tentang haji dari Indonesia dapat lebih banyak ditayangkan dalam pameran ini, ujarnya.

Pameran yang diadakan British Museum bekerjasama dengan King Abdulaziz Public Library, Riyadh, Arab Saudi itu juga mendapat perhatian dari Putra Mahkota Inggris Pangeran Charles yang mengadakan kunjungan ke Musuem baru baru ini.

Tiket masuk 12 Poundsterling

Ketika saya memasuki ruang pameran setelah menyerahkan karcis seharga 12 poundsterling ke penjaga wanita, terdapat lorong dengan gambar serombongan orang yang sedang mengenakan busana ihram yang sayup sayup terdengar suara panggilan “Labai Allah huma labaik.”

Keluar dari lorong terpampang kain Kiswah yang bertuliskan huruf Arab yang biasanya digunakan untuk penutup Kabah. Seorang wanita kulit putih, asyik memandang tulisan Arab dengan benang emas itu.

Selain memamerkan berbagai naskah, catatan harian, photo-photo bersejarah dan karya seni kontemporer juga ditayangkan mengenai ibadah haji yang dilakukan setiap tahun di musim haji.

Tercatat sekitar tiga juta umat dari penjuru dunia melaksanakan ibadah haji dalam waktu bersamaan setiap tahun.

Direktur British Museum Neil MacGregor mengatakan ibadah haji merupakan fenomena budaya “yang perlu dipahami dengan lebih baik”. Ibadah haji sebagai “momen terbesar bagi umat Islam” yang “membentuk pemikiran umat Islam di seluruh dunia,” ujarnya.

Dikatakannya pameran berjudul Hajj: Journey To The Heart of Islam diadakan dari tanggal 26 Januari sampai 15 April mendatang menyoroti perjalanan naik haji, ritual haji dan kota Mekah. Dalam pameran juga ditampilkan hasil karya sejumlah seniman kontemporer Arab Saudi seperti Ahmed Mater dan Shadia Alem.

Pengunjung juga bisa melihat kitab suci Quran dari abad ke-8 dan batu yang dulu dipakai calon jemaah haji dari Irak untuk menandai rute mereka ke Mekah. “Banyak benda-benda indah, adikarya seni telah diciptakan untuk dibawa ke Mekah bersama para jemaah haji” dan “Kita bisa mengamati barang-barang itu dan menikmati keindahannya”.

Ibadah haji ialah berkunjung ke Baitullah demi mencapai ridho Allah untuk melaksanakan ibadah tertentu dan wukuf di Arafah pada waktu tertentu.

“Pameran ini untuk semua orang, Muslim dan non-Muslim. Untuk semua orang yang ingin mengetahui lebih dalam satu fenomena yang sungguh luar biasa. Haji adalah salah satu ritual keagamaan terbesar di dunia,” ujarnya.

“Haji adalah salah satu ibadah umat Islam yang tidak bisa dirasakan kalangan non-Muslim. Jadi penting untuk mengetahui berbagai aspek ibadah ini. Apa maknanya bagi umat Islam dan bagaimana ritual ini mengubah dunia,” tambah McGregor.

Dalam pameran ini, pengunjung bisa melihat artefak, video, audio, dan foto sejarah dan pengalaman orang-orang yang datang dari berbagai pelosok dunia untuk datang ke Mekah guna beribadah haji.

Di masa lalu ibadah haji membutuhkan waktu berbulan-bulan dengan kapal mengarungi Samudera Hindia.Para calon jemaah haji harus menghadapi risiko serangan bajak laut atau kerusakan kapal di tengah jalan.Kemajuan transportasi membuat perjalanan tersebut bisa dipangkas.

Salah satu kurator pameran, Venetia Porter, mengatakan berbagai artefak yang dipamerkan ini dipinjam dari berbagai museum lain di dunia. Banyak di antaranya yang disumbangkan oleh Nasser Khalili, salah satu kolektor terbesar seni Islam di dunia.

Pameran ini tak ubahnya seperti perjalanan yang mengirim pesan-pesan agama, spiritual, ritual, dan budaya yang kesemuanya mencerminkan bahwa Islam adalah agama yang sangat mementingkan harmoni,” demikian Khalili. (ZG)

Sumber : ANTARA

http://www.antarajawabarat.com/lihat/berita/36556/azan-bergema-di-british-museum-london

Discussion

Comments are closed.

Books (Free)

“Indonesia Goes to School”

Past Events Posters