News

Ramah Tamah KBRI London dengan Warga Newcastle

Rabu, 20 Juli 2011

Newcastle (ANTARA) – Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI London Tubagus A. Fauzi Sulaiman berharap mahasiswa dan warga Indonesia di Newcastle dapat berkontribusi lebih dalam mempromosikan negaranya dan mendukung segenap kegiatan yang dikembangkan kedutaan.

Dalam acara ramah tamah KBRI London dengan pelajar dan mahasiswa yang tengah menuntut ilmu di Newcastle dan masyarakat Indonesia yang berlangsung di Grey Street Hotel/Niche Hotel, Newcastle upon-Tyne, ia mengungkapkan harapan harapan tersebut.

Wakil Ketua PPI Newcastle Diah Lenggogeni kepada koresponden Antara London, Rabu mengatakan acara ramah tamah dihadiri sekitar 100 mahasiswa dan masyarakat Indonesia itu merupakan sarana perekat silaturahmi antar warga Indonesia di Newcastle dan sekitarnya.

Dalam pertemuan itu juga dihadiri Minister Counsellor KBRI London Herry Sudradjat, mewakili Dubes Yuri Oktavian Thamrin, Ketua PPI UK Tara Hardika, Ketua ICMI UK Suyato Mahdiputra berlangsung dalam suasana akrab dan kekeluargaan.

Atase pendidikan Tubagus A. Fauzi Sulaiman menyampaikan KBRI London akan melakukan upaya-upaya maksimal untuk membantu mahasiswa yang tengah menempuh dan bersekolah di Inggris Raya dan sekitarnya beserta para keluarganya.

Diharapkannya mahasiswa dan warga Indonesia di Newcastle mendukung segenap kegiatan dan wadah yang dikembangkan KBRI London, yang pada akhirnya terjadi komunikasi dua arah yang akan menghasilkan kemajuan yang lebih optimal.

Acara ramah tamah dengan mahasiswa dan masyarakat di Newcastle sedianya dihadiri Duta Besar RI untuk Inggris Raya dan Irlandia, Yuri Oktavian Thamrin, namun adanya berita duka dengan meninggal dunia ayahanda Dubes pertemuan diwakilkan Kepala Bidang Urusan Informasi dan Sosial-Budaya, Herry Sudrajat.

PPI Newcastle

Pertemuan yang diawali dengan sambutan Ketua PPI Newcastle, Grari Garisetya dan dilanjutkan dengan sambutan Herry Sudrajat yang menyampaikan apresiasinya dengan capaian-capaian yang dilaksanakan PPI Newcastle melalui rangkaian acara Seni, Budaya dan Pendidikan.

Kegiatan itu seperti Dissertation Workshop, Globe Mania Indonesian Fashion Show, IFAM 2011, Come Dine with Me dan diakhiri dengan dukungan acara GONG Festival 2011 yang dilaksanakan di Kota Newcastle upon-Tyne.

Herry Sudrajat mengatakan sebagai warga negara Indonesia yang bersekolah dan menetap di Inggris, sudah selayaknya dapat meningkatkan upaya mempromosikan potensi budaya dan sumber daya alam Indonesia sebagai duta bangsa.

Selain itu, warga perlu mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin untuk berkiprah di dunia internasional, dengan tidak lupa memperkuat basis pendidikan yang berkualitas mulai dari level keluarga hingga dunia internasional.

Untuk memeriahkan acara, PPI Newcastle menampilkan pertunjukkan musik angklung dibawah asuhan Yandri Krisanto dengan lagu-lagu daerah yang membuat undangan yang hadir terkesima dan diakhiri lagu kemesraan yang membawa suasana menjadi syahdu.

Tepukan yang tiada henti mengakhiri alunan musik angklung, dan dilanjutkan dengan demonstrasi permainan musik angklung oleh anak-anak elementary school Newcastle upon-Tyne.

Pada kesempatan itu Atase Pendidikan dan Kebudayaan, Tubagus A. Fauzi Sulaiman, menampung segenap keluh kesah dan harapan mahasiswa dan warga Indonesia di Newcastle dalam forum tanya jawab yang bertema “Dukungan Pemerintah terhadap Pendidikan Warga Indonesia di Inggris Raya”.

Dikatakannya beberapa program yang dikembangkan KBRI London, antara lain update dan perkuatan basis data mahasiswa di Inggris Raya dan Irlandia, peluncuran Atdiklist dalam rangka apresiasi pemerintah terhadap prestasi mahasiswa dan pelajar Indonesia yang bersekolah di Inggris.

Selain update situs web KBRI London dengan karya ilmiah para mahasiswa serta informasi beasiswa untuk warga Indonesia dan warga lokal Inggris, serta sayembara karya Ilmiah untuk warga lokal Inggris, kontinuitas Atdikbud Cup serta dukungan pelaksanaan Dissertation Workshop dan penyambutan mahasiswa Indonesia untuk bersekolah di Inggris Raya.

Dalam kesempatan tanya jawab, beberapa harapan disampaikan mahasiswa di Newcastle, Tri Widayanto yang menyampaikan mahasiswa membutuhkan dukungan yang lebih besar dari KBRI London terkait fasilitasi antara pemberi beasiswa dengan mahasiswa, serta posisi tawar mahasiswa Indonesia dengan Universitas dalam hal administratif dan akademis.

Sementara itu Dessy Irawati salah satu academic scholar yang berencana menerbitkan monographnya tentang Industri otomotif di Indonesia melalui Routledge salah satu publisher terbesar dunia, menyampaikan masih banyak kekurangan terkait basis data mahasiswa, akademis serta profesional yang berada di Inggris Raya yang harus ditindaklanjuti.

Dikatakannya saat ini para akademis dan profesional harus berorientasi global-regional yaitu membangun basis ASEAN sebagai emerging regions setelah China dan India, sebagai momentum ditunjuknya Indonesia sebagai Ketua ASEAN di Tahun 2011.

Selain itu, Desi Irawati menyebutkan dengan akan digelarnya pertemuan ilmiah TIIMI 2011, sudah selayaknya akademisi Indonesia memberikan kontribusi keilmuwannya dengan mengupayakan kemajuan teknologi seperti aplikasi e-book dengan cara bagi hasil karya para ilmuwan Indonesia di Inggris Raya.

Potongan tuition fee

Dalam kunjungan kerjanya di Newcastle, Atase Pendidikan KBRI London T. A. Fauzi Soelaiman mengadakan kunjungan ke Medical School Newcastle University yang memberikan potongan sebesar 1000 Poundsterling plus 10 persen dari tuition fee untuk intercalating student dari univesitas Indonesia.

Dalam kunjungannya ke Medical School Newcastle University, T. A. Fauzi Soelaiman didampingi Muhammad Adi Panuntun, Chairul Anwar Moeyadi, Silvia Malau dn Geoff Young, yang diterima Professor Barry Hirst, DR Andrew Knight dan DR Andrew Trevelyan, supervisor mahasiswa Indonesia yang tengah menuntut ilmu di Universitas Newcastle.

Tiga mahasiswa yang tengah menuntut ilmu di Universitas Newcastle, untuk program Master of research yang merupakan program kedua universitas tersebut adalah Ariel Pradipta, Hannah Alfonsa dan Yuli Felistia.

Menurut catatan pada 2011 hanya tiga mahasiswa tingkat tiga fakultas kedokteran yang mendapatkan kesempatan belajar tentang riset (intercalating program) selama setahun di Newcastle university yang akan berakhir akhir juli .

Sementara itu pada tahun ajaran selanjutnya sebanyak 10 mahasiswa dari universitas Indonesia akan datang pada bulan September untuk mengikuti program yang sama.

Ketiga mahasiswa yang tengah melakukan riset di Universitas Newcastle adalah Ariel Pradipta dengan risetnya tentang rheumatoid arthritis berjudul “The role of H-2M in B cell-mediated antigen presentation in a model of Rheumatoid arthritis”.

Sementara Hannah Alfonsa bekarja di bagian neuroscience dengan judul “Designing a new optogenetics tool to control epilepsy”, sedangkan Yuli Felistia riset tentang kanker dengan judul “The role of IGF signaling pathway in breast cancer”.

Dalam pertemuan itu juga dibahas tentang kerja sama Phd yang akan dilakukan Universitas Indonesia dan Newcastle university. Kedua belah pihak berharap akan lebih banyak mahasiswa Indonesia yang belajar di Newcastle university, sekarang mahasiswa Indonesia di Newcastle university sekitar 52 orang dan kemungkinan mahasiswa Newcastle university untuk belajar di Indonesia.

Sumber : ANTARA

http://id.berita.yahoo.com/kbri-harapkan-mahasiswa-promosikan-indonesia-di-newcastle-015825860.html

Discussion

Comments are closed.

Books (Free)

“Indonesia Goes to School”

Past Events Posters